Suar.ID -Berada di dekat orangtua seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman bagi anak-anak.
Karena dengan bersamaorangtua inilah anak-anak akan mendapatkan berbagai kebahagiaan dan juga ketentraman.
Namun apa yang terjadi jika orangtua yang seharusnya memberikan kenyamanan ini malah sering menyiksa anaknya?
Bisa jadi sang anak malah melarikan diri dari rumah dan menjauh dari orangtuanya.
Inilah yang terjadi pada anak di Kalimantan Barat ini.
Ia melarikan diri dari orangtuanya yang sering kali menyiksanya.
Kisah ini diceritakan oleh sebuah akun Twitter @BelzebubVos pada Jumat (27/12).
Pemilik akun ini bernamaSurya Saputra.
Ia menceritakan pertemuannya dengan seorang anak yang tertidur di lantai.
Saking nyenyaknya anak ini tidur, ia tak sadar air hujan telah membasahi sebagian tubuhnya.
Karena tak ingin mengotori lantai, anak ini bahkan melepaskan sandalnya diluar lantai yang dipakainya tidur.
Surya menjelaskan kalau anak ini melarikan diri dari rumah karena tak kuat lagi menghadapi siksaan dari orangtuanya.
Anak ini hanya ini menghindari semua siksaan yang ia hadapi setiap harinya.
Beruntungnya anak ini kini sudah ditolong oleh orang baik saat berada di kantor polisi.
Menurut akun tersebut, kejadian ini terjadi di daerah Ngabang, Kalimantan Barat.
Postingan ini pun menuai berbagai komentar dari netizen.
"Fix orang tuanya punya gangguan. Ye kalo tuh orang tuanya gasanggup&gabisa ngedidik anak, ngapain punya anak," komen akun @joykinder10_.
"Punya anak tapi mungkin belum siap secara mental fisik finansial ya gini jadinya," lanjut akun @tifanyliauww.
"Kalau besar jangan dendam sama orang tuamu nak tetap menjadi pribadi yang baik ya nak," tulis akun @NonaArmpits.
Malangnya Bocah 10 Tahun Ini, Dipaksa Sang Ayah Bawa Mangkuk dan Mengemis di Stasiun Kereta, Ternyata Gara-gara Hal Sepele Ini

Saat anak berusia 10 tahun yang mengenis berada di kantor polisi Shanghai
Setiap orangtua mungkin memiliki caranya masing-masing dalam mendidik anak.
Namun, sepertinya cara ayah yang satu ini cukup berlebihan sehingga begitu menimbulkan amarah orang-orang.
Hal itu lantaran seorang ayah dari bocah 10 tahun menghukum anaknya dengan cara yang cukup keras.
Ia menyuruh anaknya untuk mengemis setelah melakukan kesalahan.
Seorang ayah di China menuai kecaman setelah memaksa si anak mengemis di stasiun kereta karena tidak mengerjakan PR.
Pada Kamis (12/12/2019) pekan lalu polisi Shanghai menerima laporan ada bocah lelaki dengan tas sekolah berlutut di stasiun lokal.
Ketika polisi mendekatinya, anak berusia 10 tahun itu tengah membawa mangkuk dan mengemis meminta makanan kepada calon penumpang.
Saat ditanya bagaimana dia bisa sampai di sana, bocah itu mengaku bahwa si ayah meninggalkannya sekitar 45 menit sebelumnya.
Dilansir Oddity Central, si bocah mengungkapkan ayahnya melakukannya sebagai hukuman karena dia ketahuan tidak mengerjakan PR.
"Ayah saya mendapat pemberitahuan dari guru bahwa saya tidak mengerjakan tugas. Jadi, saya diminta berlutut dan mengemis minta makan," ujarnya.
Polisi Shanghai langsung membawanya ke kantor, di mana mereka menawarkan anak itu biskuit serta segelas minuman hangat.
Penegak hukum segera menghubungi ibu bocah yang tak disebutkan identitasnya itu, dan menjemputnya satu jam berselang.
Kepada polisi, ibu itu mengatakan suaminya sangat kecewa karena dia sering mendengar anaknya itu tidak menyelesaikan PR.
Karena itu, dia pun merancang hukuman seperti apa kehidupannya jika pendidikannya tidak tuntas. Hanya, dia tidak setuju dengan metode suaminya.
Dilaporkan Kankannews.com, polisi memperingatkan ibu itu bahwa selain menghancurkan rasa percaya diri anak, hal itu juga bisa dikategorikan mengganggu ketertiban umum.
Pendidikan keras yang dialami bocah itu bukan hal baru di China. Meski begitu, aksinya tetap dikritik oleh media setempat.