Bongkar Kebobrokan Manajemen Garuda Era Ari Ashkara, Pramugari Senior Ceritakan Kepiluan Rekan-rekannya: 'Banyak yang Opname'

Kamis, 12 Desember 2019 | 15:00
Kolase Tribunnews dan Youtube Tv One

Bongkar Kebobrokan Manajemen Garuda Era Ari Ashkara, Pramugari Senior Ceritakan Kepiluan Rekan-rekannya: 'Banyak yang Opname'

Suar.ID -Satu per satu kebobrokan manajemen Garuda Indonesia era Ari Ashkara terkuak.

Pramugari senior, Yosephine Chrisan Ecclesia membongkar kepedihan rekan-rekannya.

Diskriminasi yang dilakukan direksi terhadap awak kabin membuatnya geram.

Yosephine mengaku email kantor miliknya dinon-aktifkan secara tiba-tiba.

Baca Juga: Sama Saja dengan Eks Dirut Garuda, Heri Akhyar juga Disebut Punya Selir Pramugari Cantik Bak Model, Skandal Perselingkuhannya Tak Kalah Heboh!

"Saya kerja di Garuda sudah lima tahun dan menjadi satu diantara pengurus serikat pekerja ikatan awak kabin Indonesia. Saya mengalami diskriminasi dibloknya email perusahaan oleh direksi," tegas Yosephine Chrisan Ecclesia saat menjadi bintang tamu di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang pada Selasa (11/12/2019).

Saat itu Yosephine lantas mempertanyakan alasan emailnya diblokir kepada pihak terkait.

"Sekitar 3 hari kemudian mereka jawab kalau email saya diblok atas perintah direksi. Jadi saya menggunakan email pribadi," papar Yosephine Chrisan Ecclesia.

Kemudian, sekitar dua bulan lalu Yosephine mendapatkan pemberitahuan untuk dipindahkan ke base Makassar.

Kendati demikian, Yosephine Chrisan Ecclesia lantang menolak hal tersebut.

Baca Juga: Cantiknya Kebangetan, Yuk Intip Foto-foto Pramugari Cantik yang Belakangan Dikaitkan dengan Skandal Ari Askhara

"Berdasarkan aturan UU itu, pengurus serikat pekerja tak boleh diintimidasi dengan mutasi. Sebulan sebelum jadwal saya pindah, nama saya tiba-tiba hilang."

"Saat itu saya memang sempat mengirimkan email keberatan saya untuk pindah," tegas Yosephine Chrisan Ecclesia.

Tak hanya itu, Yosephine menduga adanya ikut campur direksi dengan mencekal Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) untuk memproses perjanjian kerja bersama.

"Sejak tahun 2018, kita hanya mengacu PKB 2014 - 2016 dan hanya bisa diperpanjang sampai 2017. Manajemen dan serikat harusnya kerjasama untuk memverifikasi anggota," papar Yosephine Chrisan Ecclesia.

Baca Juga: Hasil Survei Membuktikan Bahwa Ahok Lebih Unggul Dibandingkan Anies Baswedan dalam 4 Hal Ini: Salah Satunya Penataan PKL Tanah Abang

Kendati demikian, Yosephine mengaku manajemen tak pernah melakukannya dan IKAGI merasa tak dianggap, sementara di sisi lain ada dua serikat pekerja yang tak ambil sikap.

"Kemana serikat pekerja ini?" tanya Yosephine Chrisan Ecclesia.

Lebih lanjut, Yosephine menceritakan terbang ke luar negeri pulang balik dan jam kerja yang berlebihan.

"Itu dilakukan malam hari dan harus kembali ke Jakarta tanpa istirahat malam," ungkap Yosephine Chrisan Ecclesia.

Yosephine berharap agar manajemen memperhatikan resiko dari kelebihan jam kerja tersebut.

Baca Juga: Presiden Jokowi akan Beri Hukuman Mati Bagi Koruptor, Sosok Ini Langsung Bilang Agama Juga Membolehkannya

Ia membeberkan banyak teman-temannya jatuh sakit.

"Terkadang jadwal seperti ini sekalinya yang kena orang itu, maka dia terus yang kena dan sampai teman-teman banyak yang opname."

"Mereka terus update status 'kerja gak usah susah payah banget, perusahaan senang, nanti kalau kita sakit, perusahaan cari karyawan baru'," beber Yosephine.

Yosephine mengaku, jika ada yang ketahuan mengumbar status seperti itu maka akan kena skors selama 3 - 4 bulan.

Baca Juga: Diterpa Cobaan Bertubi-tubi, Baru Saja Kakaknya Divonis 5 Bulan Penjara Sosok Cantik Ini Dikaitkan dengan Skandal Direktur Garuda

"Tolong dong ini kalian menganggap awak kabin itu robot atau manusia," tegas Yosephine Chrisan Ecclesia.

Mendengar pernyataan Yosephine, Karni Ilyas lantas mempertanyakan alasan pramugari senior itu yang menghubungkan permasalahan tersebut ke direksi.

"Kenapa anda selalu menghubungkan direksi? bahkan seolah-olah dirut yang punya kebijakan pada anda," tegas Karni Ilyas.

Yosephine Chrisan Ecclesia lalu mengatakan bahwa Ari Askhara kerap membuat kebijakan sesuka hati.

"Di manajemen unit awak kabin itu sudah bilang, ini perintah bapak. Semua itu tak usah tertulis tetapi kalau tertuang dari mulut Ari Askhara itu bisa terjadi," papar Yosephine Chrisan Ecclesia.

Sontak pernyataan Yosephine itu membuat Karni Ilyas terkejut.

"Saya bingung kok dirut masih punya waktu untuk mengurusi yang kecil-kecil ini," ungkap Karni Ilyas.

Yosephine Chrisan Ecclesia lalu mengatakan sosok direksi kerap meminta nomor telefon para pramugari.

"Itulah yang binggung Bang Karni, sekelas direksi yang sudah dicopot itu, dia bisa masuk ke gardua training center, untuk masuk ke kelas-kelas pramugari dan menanyakan, kamu sudah training bisnis class belum, dan setelah itu minta nomor hape," ujar Yosephine Chrisan Ecclesia.

Baca Juga: Bongkar Borok Ari Askhara dan Gerombolannya, Akun Twitter Ini Dilaporkan ke Polisi oleh Sosok Ini

Sontak ucapan Yosephine Chrisan Ecclesia membuat hadirin tertawa.

Sebelumnya, Pramugari senior Garuda Indonesia, Yosephine Chrisan Ecclesia mengaku bersyukur dengan pemecatan Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara.

Tak hanya menanggapi soal kabar pemecatan, Yosephine juga turut berkomentar soal gaya kepemimpinan Ari Askhara selama menjabat.

Yosephine membeberkan keluh kesahnya saat di bawah kepemimpinan Ari Askhara di acara Talk Show TV one, (9/12/19).

Baca Juga: Begitu Berkuasanya 'Selir' Eks Dirut Garuda, Pramugari Cantik ini Disebut jadi Salah Satu Korbannya, Pernah Ikut Audisi Indonesian Idol

Mulanya sang presenter program acara menanyakan gaya kepemimpinan Ari Askhara menurut pandangan Yosephine.

Yosephine mengaku ketika mendengar kabar Ari Askara dicopot, ibarat duri tercabut.

"Terus terang kami awak kabin, soal pencopotan ini rasanya duri yang tertancap dalam itu lepas akhirnya," kata Yosephine.

Ia juga mengatakan, ketika kabar tersebut sampai kepada karyawan dan awak kabin, sebagian besar teman-teman Yosephine yang juga turut merasakan perasaan yang sama.

Wujud dari kelegaan tersebut, banyak dari teman-teman Yosephine yang melakukan syukuran atas dicopotnya Ari Askhara sebagai Dirut Garuda Indonesia.

"Setelah kita tahu (pencopotan Dirut Garuda), banyak teman-teman yang melakukan tumpengan," ungkap Yosephine.

Ia juga mengatakan, banyak teman-temannya yang sampai mengundang anak yatim, dan membuat tumpeng untuk mengekpresikan rasa syukur tersebut.

"Iya, syukuran, ngundang anak yatim, tumpengan." ujar Yosephine.

Baca Juga: Kakaknya Punya Saham Segini di Garuda Indonesia, Pantas Saja Paman Staf Khusus Presiden Jokowi Ini Marah Besar saat Terima Laporan Palsu Ari Askhara, Bukan Orang Sembarangan

Mendengar reaksi para karyawan Garuda atas pemecatan Ari Askhara, membuat sang presenter penasaran, duri seperti apa yang sesungguhnya menancap di Garuda Indonesia itu.

"Saya jadi penasaran durinya apa sih?" tanya sang presenter.

Yosephine pun secara blak-blakan, membeberkan hal-hal yang selama ini dianggap sebagi duri oleh para karyawan Garuda.

"Yang paling parah, durinya itu misalnya penerbangan PP," kata Yosephine.

Yosephine mengungkapkan, aturan jam kerja yang kerap melebihi batas, membuat para awak kabin kewalahan.

Tak hanya itu, Yosephine juga mengatakan adanya kebijakan-kebijakan yang tidak adil antara senior, junior dan manager struktural.

Misalnya kebijakan pada jaminan uang jam terbang.

Menurutnya kebijakan itu sebetulnya baik jika diterapkan untuk awak kabin.

Baca Juga: Viral, Sosok Istri Pengusaha Ini Kembali Trending di Twitter Setelah Tunjukkan Keahlian yang Tak Banyak Orang Ketahui!

"Sebenarnya itu ada baiknya untuk awak kabin yang sakit, atau yang diskorsing," ungkapnya.

"Tapi itu menjadi tidak adil disaat itu berlaku bagi manajer yang ada duduk di struktural, mereka bisa libur sabtu minggu, libur hari raya idul fitri bisa ngumpul dengan keluarga, sementara awak kabin harus tetap terbang, jadi uyang di struktural itu bisa dapat double tunjangan " ujarnya.

Menurutnya, pihak struktural yang tidak ikut melakukan penerbangan sebaiknya tidak perlu diberi jaminan jam terbang.

"jaminan jabatan dia dapat, jaminan jam terbang dia dapat, padahal belum tentu dia dalam sebulan itu jam terbangnya sampai 60 jam," kata Yosephine.

Itu belum ada hitam di atas putihnya, tapi sudah diimplementasikan," ujar Yosephine.

Yosephine mengatakan banyak aturan yang tidak tertulis tapi dijalankan oleh Ari Askhara.

(Wahyu Ardianti Woro Seto)

Baca Juga: Beginilah Kesan Pertama yang Ditunjukkan oleh Ari Askhara Ketika Ditunjuk Sebagai Dirut: Saya akan Membuat Pegawai Garuda Happy

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Pengakuan Pramugari Senior soal Ari Askhara Bikin Karni Ilyas Terkejut, Penonton Terdiam

Editor : Rina Wahyuhidayati

Sumber : TribunJateng

Baca Lainnya