Borok Ari Askhara Semakin Terbongkar, Sosok Ini Buka-bukaan: Siapa pun yang Melawan AA akan Diganti dan Dibuang ke 'Tempat Sampah'!

Rabu, 11 Desember 2019 | 18:00
Kolase Kompas.com dan Tangkapan layar Youtube Indonesian Lawyes Club

Suar.ID -Pegawai anak perusahaan Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, Edi Lesmana menjelaskan bagaimana watak Ari Askhara selama menjabat sebagai Direktur Utama.

Hal tersebut diungkapkan Edi dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang videonya diunggah dichannel YouTube 'Indonesia Lawyers Club', Selasa (10/12/2019).

Edi menjelaskan Ari Askhara menjadikan Gapura Angkasa sebagai tong sampah.

Yakni tempat untuk 'membuang' orang-orang yang dianggap Ari Askhara memiliki kesalahan.

Baca Juga: Borok Dirut Garuda Terus Terbongkar, Kali ini Seorang Pramugari Garuda Indonesia Bongkar Kasus Pelecehan yang Terjadi di Era Ari Askhara: Baru Terjadi di Kepimpinan AA, Baru Sekarang!

Edi memberikan contoh satu kasus yang pernah terjadi.

Yaitu seseorang yang memiliki jabatan sebagai Vice President (VP) atau wakil ketua dibuang ke Gapura Angksa.

Padahal menurut keterangan yang diberikan oleh Edi, gaji seorang VP di Garuda mencapai Rp 46 juta.

Sedangkan di Gapura Angkasa sebagai anak perusahaan tidak terdapat gaji sejumlah nominal tersebut.

Baca Juga: Tak Turuti Kemauan Selir Dirut Garuda Sama Saja Siap Turun Jabatan, Rupanya Selingkuhan Ari Askhara ini Tak Malu-malu Pamer Foto Sang Dirut Garuda di Belakang Kartu Karyawannya!

Edi menuturkan kebijakan tersebut membuat sistem Gapura Angkasa terganggu dan menjadi berantakan.

"Selama ini, selama kepemimpinan Pak AA ini, Gapura ini menjadi tong sampah!" tutur Edi.

"Tong sampahnya apa? setiap ada orang yang punya kesalahan dibuangnya ke Gapura."

"Contoh ada jabatan VP yang tidak cocok dengan dia, maka dibuang ke Gapura, VP di Garuda itu gajinya Rp 46 juta, di Gapura tidak ada yang gajinya segitu," jelas dia.

"Jadi selama tiga bulan dia di Gapura, digaji sebanyak Rp 46 juta sehingga membuat sistem di kami ini menjadi berantakan," imbuhnya.

Baca Juga: Penyelundupan Harley hanyalah Sebagian Kecil dari Masalah yang Ditimbulkan oleh Ari Askhara, Setahun Menjabat Menjadi Dirut yang Menghancurkan Nama Baik Garuda Indonesia, Begini Rentetan Masalahnya

Edi juga menuturkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB), Gapura Angkasa tidak dapat menerima orang luar secara mudah masuk ke perusahaan.

Namun justru Ari Askhara memerintahkan Direktur Personalia Garuda, yakni Heri Akhyar (HA) untuk melakukan pemindahan tugas pegawai.

Garuda Indonesia
Garuda Indonesia

Heri Akhyar.

"Sementara kami punya PKB, tidak bisa menerima orang luar langsung masuk seperti itu," terang Edi.

"Karena PKB kita mem-protect orang luar masuk ke sini tanpa alasan apapun."

"Tapi anehnya si AA ini memerintahkan Direktur Personalianya inisialnya HA (Heri Akhyar) memerintahkan masuk ke Gapura," tambahnya.

Baca Juga: Setelah Bongkar Borok Ari Askhara ke Publik, Pramugari Garuda Minta Erick Thohir Sapu Bersih Orang Dekat Sosok Ini

Tidak hanya itu, pegawai yang berasal dari cucu perusahaan Garuda juga masuk ke Gapura Angkasa dan menjabat sebagai VP.

Edi mengatakan sebenarnya Gapura Angkasa dapat menolak, namun Direktur Utama (Dirut) tidak dapat melakukan apapun.

Karena tekanan dari Ari Askhara terlalu berat bagi mereka yang ingin melakukan penolakan.

Edi menuturkan, pegawai yang berani melawan nantinya harus siap diganti.

Tangkapan layar Youtube Indonesian Lawyes Club
Tangkapan layar Youtube Indonesian Lawyes Club

Edi Lesmana.

Baca Juga: Penggantinya Hapus Kebijakan Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan, Sosok Ini Tiba-tiba Digadang-gadang Jadi Dirut Garuda Indonesia Gantikan Ari Askhara

Hal tersebut terbukti dengan jabatan Dirut di Gapura Angkasa semuanya merupakan pelaksana tugas (Plt).

Dirut Gapura Angkasa posisinya ditukar dengan pemimpin Aero Wisata (AWS) yang juga merupakan anak perusahaan Garuda.

Sehingga Dirut AWS bekerja di Gapura Angkasa dan sebaliknya.

"Sekarang terjadi lagi, Pak, seorang cucu perusahaan masuk, sekarang menjadi VP di Gapura Angkasa," terang Edi.

"Menurut kami Gapura Angkasa seharusnya bisa menolak, tapi direksi kami tidak bisa berperan, karena tekanan AA terlalu tinggi, siapapun yang melawan, dia akan diganti."

"Dan terbukti, saat ini Dirut kami Plt semua. Jadi Dirut kami ditukar ke AWS, Dirut AWS datang ke kami," tandasnya.

Baca Juga: Mengenakan Kostum Tukang Bakso, Erick Thohir Lontarkan Kalimat Menohok Soal Dirut yang Suka Nitip Barang, Sindir Ari Askhara?

Edi juga menuturkan, secara peraturan, Dirut AWS yang berada di Gapura Angkasa tidak memiliki kewenangan apapun.

Kemudian apabila pegawai Gapura Angkasa ingin meminta tanda tangan Dirut mereka harus menuju AWS, dan sebaliknya.

"Secara konstitusi Dirut ini tidak memiliki peran apa-apa untuk membuat sebuah kebijakan," cerita Edi.

"Jadi kalau mau tanda tangan harus ke AWS, karena secara konstitusi Dirutnya masih di sana."

"Kok unik perusahaan ini bisa bertukar begini?" imbuhnya.

Kompas.com
Kompas.com

Ini Jumlah Kekayaan Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara yang Dipecat Karena Selundupkan Harley

Baca Juga: Susi Pudjiastuti dan Ignasius Jonan Bakal Mengisi Posisi Dirut Garuda Pasca Ari Askhara Dipecat, Begini tanggapan Erick Thohir

Edi berharap jajaran Komisaris Garuda maupun pihak yang berwenang dapat menyikapi tindakan yang telah dilakukan Ari Askhara tersebut.

Karena Edi menginginkan Gapura Angkasa dapat terus berkembang, kondisi kedua anak perusahaan Garuda saat ini memiliki pimpinan yang tidak mempunyai kewenangan apapun.(Febia Rosada Fitrianum/Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judulSetelah IKAGI, Kini Anak Perusahaan Garuda Juga Ungkap Kebobrokan Ari Askhara

Editor : Ervananto Ekadilla

Sumber : Youtube Indonesia Lawyer Club (ILC), Tribunnews

Baca Lainnya