"Kalau sampai kekejar, saudara apakan itu Yosua?" tanya hakim.
"Ya kalau ketemu, saya tidak tahu,"
"Yang jelas, Yosua lari keluar,"
"Karena saya ingat Ibu, saya baru nolongin Ibu," ucap Kuat.
Kuat mengaku, setelah itu, pisau tersebut dia masukkan ke dalam tas.
Namun, akhirnya terbawa ketika dia dan rombongan kembali ke Jakarta keesokan paginya.
Hal ini berawal saat jaksa penuntut umum mempertanyakan kepada Kuat Maruf mengenai kondisi Putri Candrawathi di Magelang usai memergoki Yosua mengendap-endap di tangga.
Dalam kesaksiannya, Kuat Maruf melihat, Putri tergeletak di lantai dengan posisi kasur dalam kondisi acak-acakan.
"Keadaan tempat tidur bagaimana?" tanya jaksa.
"Pada saat itu, berantakan," jawab Kuat.
"Berantakan seperti apa?" tanya jaksa lagi.
"Ada seprei, pada ketarik,"