Suar.ID -Seorang pembelot Korea Utara bertekad untuk berbicara tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah.
Dia akan tetap membicarakan hal itu bahkan jika itu membuatnya masuk dalam daftar sasaran Kim Jong-un.
Melansir Daily Star, Rabu (21/4/2021), Yeonmi Park (27) melarikan diri dari Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) pada tahun 2007.
Dia diselundupkan oleh pedagang manusia setelah ayahnya dilempar ke kamp konsentrasi.
Sekarang dirinya adalah seorang aktivis hak asasi manusia yang tinggal di Chicago, AS.
Namun, Yeonmi masih merasakan ancaman dari rezim otoriter yang dia tinggalkan.
Dia pun menyewa penjaga keamanan untuk melindunginya di berbagai acara.
"Saya telah menjadi target daftar Kim Jong-un selama bertahun-tahun dan saya khawatir mereka akan mencoba dan membunuh saya," katanya kepada The Sun.
"Saya diretas. Saya mendapat ancaman sepanjang waktu."