Suar.ID -Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY terang-terangan mengaku malu dan bersalah pernah memberi jabatan mentereng kepada Moeldoko.
Kita tahu, saat SBY berkuasa, Moeldoko diberi jabatan Panglima TNI.
SBY, yang sekarang Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, menyebut Kepala Kantor Staf Presiden itu telah melakukan kudeta di Partai Demokrat.
Benar, Moeldoko seolah membokong SBY dari belakang.
Dilansir Tribunnews.com, tindakan kudeta yang dilakukan Moeldoko itu, menurut SBY, merupakan tindakan yang tidak terpuji.
Bahkan, SBY juga menyebut tindakan Moeldoko itu jauh dari sikap kesatria.
"Banyak yang tidak percaya, bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega, dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (5/3).
"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral," lanjut SBY.
Selain itu, SBY juga merasa malu dan bersalah pernah memberi jabatan Panglima TNI pada Moeldoko.
Sehingga, dirinya meminta ampun pada Allah SWT atas kesalahannya tersebut.