Follow Us

facebookinstagramyoutube_channeltwitter

Sering Digunakan Sebagai Pembungkus Nasi, Tak Disangka Kalau Kertas Coklat ini Bisa Sebabkan Bahaya ini Bagi Tubuh, Salah Satunya Mandul!

Aditya Eriza Fahmi - Selasa, 08 September 2020 | 11:00
Sering Digunakan Sebagai Pembungkus Nasi, Tak Disangka Kalau Kertas Coklat ini Bisa Sebabkan Bahaya ini Bagi Tubuh, Salah Satunya Mandul!
tribunnews.com

Sering Digunakan Sebagai Pembungkus Nasi, Tak Disangka Kalau Kertas Coklat ini Bisa Sebabkan Bahaya ini Bagi Tubuh, Salah Satunya Mandul!

"Kertas berwarna cokelat untuk pembungkus, biasanya bungkus nasi, dilapisi oleh sebuah lapisan plastik supaya tidak mudah bocor. Lapisan itulah yang berbahaya," tutur Dr rer nat (doktor ilmu sains) Budiawan.

Ia juga menjelaskan, efek yang dirasakan tubuh ketika terpapar senyawa-senyawa tersebut memang tidak langsung.

Baca Juga: Kerap Dibandingkan dengan Sosok Pemain Sinetron ini Tiap Kali Bahas Rizki Billar, Lesty Kejora Langsung Emosi, Rossa: Ada Suara-suara Kecemburuan Nih...

Butuh waktu 5-20 tahun sampai tubuh merasakan efek dari pembungkus berwarna cokelat tersebut jika dipakai rutin.

"Efek pada kesehatan memang jangka panjang. Efek kronisnya bisa menghambat kesuburan, bersifat karsinogenik (kanker), dan mutagenik (perubahan-perubahan pada gen manusia)," jelasnya.

Lebih lanjut, ternyata kertas yang digunakan untuk membungkus burger, nasi, sandwich, serta kentang, begitu juga dengan kotak ayam goreng dan kardus pizza, dinilai peneliti mengandung bahan kimia sintetik terkait dengan masalah kesehatan serius bila larut ke dalam makanan.

Hal tersebut menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology Letters.

Baca Juga: Seakan tak bisa Lepas, Gugatan Cerai Dipo Latief kini Ditolak MA, Begini Nasib Buah Hatinya dengan Nikita Mirzani

Dikutip Grid.ID dari Kompas.com, peneliti studi ini mengumpulkan sekitar 400 sampel dari kertas dan karton produk dari 27 rantai makanan cepat saji di Amerika Serikat dan menemukan bahwa 46 persen dari kertas dan kotak makanan cepat saji, 20 persen dari sampel karton pembungkus, dan 16 persen dari wadah minuman non-kertas, diuji positif mengandung sekelompok zat kimia yang disebut per- and polyfluoroalkyls (PFASs).

Umumnya kandungan zat kimia ini digunakan dalam kemasan makanan untuk menghalau lemak dan minyak.

PFASs telah dikaitkan dengan jenis kanker tertentu, masalah perkembangan dan reproduksi, sistem kekebalan tubuh, dan masalah kesehatan lainnya.

Baca Juga: Baru Juga Berusia 22 Tahun Sudah Jadi Janda Beranak Satu, Artis FTV ini Pun Ungkapkan Sakitnya Dipecut Sapu Oleh Mantan Suaminya: Dahi Anak Gue Kena, Bayangin!

Editor : Suar

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Hot Topic

Tag Popular

x