
Anggota Komisi III DPR fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan.
Ia pun berharap agar persoalan ini bisa menjadi pelajaran bagi para donatur yang hendak memberikan bantuan kepada masyarakat.
Etika, cara dan kepatutan dalam proses pemberian bantuan harus menjadi hal yang tak luput untuk diperhatikan.
Sebelumnya diberitakan, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara menerima bantuan makanan siap santap yang berlogo kepala anjing disertai tulisan ' Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting'.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu dini hari.
Berdasarkan pengakuan pengirim bungkusan nasi tersebut, pemakaian istilah anjing merujuk pada sifat setia dan mampu bertahan hidup yang dimiliki hewan anjing.
"Istilah yang digunakan dengan nama anjing karena menganggap anjing hewan yang setia, dan nasi anjing karena porsinya lebih besar sedikit dari nasi kucing dan diperuntukkan untuk orang kecil untuk bertahan hidup," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.
Bungkusan nasi tersebut juga berisi lauk pauk halal seperti cumi, sosis daging sapi, dan teri, bukan berisi daging anjing seperti dugaan warga.
Polisi Minta Ganti