Studi kasus yang dipakai adalah lokasi merah di Israel, di mana ditemukan banyak kasus virus Corona.
Telepon individu dari orang yang terinfeksi dipetakan, dan diwakili oleh nomor ID anonim.
Rincian juga ditunjukkan dari ponsel lain yang mereka temui dan waktu serta lokasi yang relevan.
Insinyur yang mendemonstrasikan sistem mengatakan bahwa itu dapat digunakan untuk:
- memprediksi di mana klaster Corona baru
- kapan harus memindahkan ventilator ke rumah sakit yang paling membutuhkan
- kapan satu daerah menerapkan atau mencabut karantina
NSO mengatakan sejumlah pemerintah di seluruh dunia sedang mengujicobakan sistem ini, tetapi tidak mau mengungkapkan identitasnya atau apakah ada di antara mereka yang mulai menggunakannya di lapangan.
Juru Bicara NSO Group menambahkan sistem kerja software mereka sudah memenuhi General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa.
Di Israel sendiri muncul kontroversi saat dalam proyek terpisah Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan NSO Group untuk melacak setiap warga negara yang menyebarkan virus corona.
Menteri Pertahanan Naftali Bennet berencana memberikan akses ke data yang sangat sensitif tentang warga yang dikumpulkan oleh layanan keamanan Shin Bet pada NSO Grup.