Follow Us

facebookinstagramyoutube_channeltwitter

Asal Mula Peringatan Hari Ibu 22 Desember di Indonesia yang Beda dengan Mother's Day, Ternyata Ada Sosok Perempuan-perempuan Tangguh Ini dalam Sejarahnya

Khaerunisa - Minggu, 22 Desember 2019 | 15:45
Ilustrasi hari ibu
stocksnap.io

Ilustrasi hari ibu

Siti Soekaptinah pernah menjadi anggota Gementeraad (Dewan Kotapraja) pada masa Pemerintahan Hindia Belanda bersama Emma Puradireja, Sri Oemijati, dan Ny. Soedirman.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai anggota DPR Pusat hasil Pemilu I dan menjadi anggota Konstituante.

Setelah pensiun pada tahun 1961, Siti Koestinah memutuskan untuk tidak terlalu aktif dalam organisasi. Ia pun mulai berkarya di dunia batik.

Saat Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung, batik buatannya sudah mulai diproduksi, yaitu batik yang ia namai dengan "Batik Indonesia."

Sejarah peringatan hari ibu
Dok. Kompas

Sejarah peringatan hari ibu

Baca Juga: Belum Puas Habisi Nyawa Prajurit Kopassus yang akan segera Melangsungkan Pernikahan, Kini KKB Papua Kembali Membuat Satu Putra Terbaik Bangsa Gugur!

Ny. Sujatin Kartowirjono

Ny. Sujatin Kartowirjono merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam pertemuan yang dikenal sebagai Kongres Perempuan I tahun 1928.

Melansir Harian Kompas, 22 Desember 1977, saat Kongres Perempuan pertama dilakukan, ia masih berusia 21 tahun dan berprofesi sebagai seorang guru muda.

Saat itu, Sujatin belum menikah.

Ia merupakan Ketua Poetri Indonesia, yaitu sebuah organisasi wanita-wanita muda, terutama guru-guru.

Selain itu, Ny. Sujatin juga menjadi pengurus Wanita Oetomo.

Editor : Suar

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

slide 5 to 7 of 7

Latest

Popular

Hot Topic

Tag Popular

x