Sudah Jauh-jauh Datang ke Istana Pakai Kemeja Putih tapi Gagal Jadi Menteri Jokowi, Tetty Paruntu Akhirnya Buka Suara

Selasa, 22 Oktober 2019 | 19:42
Kompas.com/ Ihsanuddin

Tetty Paruntu ungkap kronologi kedatangannya ke Istana Kepresidenan yang sempat membuat heboh publik

Suar.ID - Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu (Tetty Paruntu) merapat ke Istana Kepresidenan untuk menghadap Presiden Joko Widodo, Senin (21/10/2019) pagi.

Ia datang mengenakan kemeja putih lengan panjang, sama dengan beberapa tokoh lain yang juga mendatangi Istana Negara.

Kedatangan Tetty ke Istana Kepresidenan pagi itu bertepatan dengan rencana Jokowi mengumumkan kabinet.

Baca Juga: Tafsir Mimpi Ketemu Mantan, Benarkah Merupakan Sebuah Pertanda Buruk?

Tak ayal, kehadiran Tetty Paruntu di Istana mendapat perhatian khusus dari para wartawan yang bersiaga sejak pagi.

Namun, Tetty tidak menjawab apakah kehadirannya di Istana karena telah ditunjuk jadi menteri oleh Jokowi.

Kehebohan pemanggilan Bupati Minahasa Selatan oleh istana mulai terkuak setelah ia angkat bicara dan ungkap kronologi kemunculannya di Istana Kepresidenan.

Melansir dari tribunnews.com, Tetty mengaku datang ke Istana Kepresidenan sesuai panggilan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Minggu (20/10/2019) pukul 22.27 WIB via Whatsapp.

Baca Juga: Akan Ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Pertahanan, Siapa Sangka Sosok Tegas Ini adalah Anak Mama dan Kecilnya Suka Pakai Seragam Polisi

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara itu tiba di Istana pukul 10.00 WIB.

Sesuai petunjuk Menteri Sekretaris Negara, Tetty diminta berkoordinasi dengan Kepala Biro Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin untuk mendapat akses masuk Istana.

Hari itu agenda presiden menerima dan berkenalan dengan calon anggota kabinetnya.

Tak ayal, kehadiran Tetty Paruntu di Istana mendapat perhatian khusus dari para wartawan yang bersiaga sejak pagi.

Tetty adalah satu-satunya perempuan di antara tokoh-tokoh yang menghadap Presiden Jokowi.

Baca Juga: Hidup Sendiri di Gubuk Reyot, Nenek Paulina Tak menyangka Dapat Amplop Berisi Uang: Terima Kasih Bapak Presiden Jokowi!

Setelah menunggu di ruang tamu selama lebih dari satu jam, sekitar pukul 11.30 WIB protokol istana pun menemuinya.

Dia terlebih dahulu diminta mengisi formulir dan menandatangani "Pakta Integritas" yang berisi beberapa hal.

“Pertama, tidak tersangkut kasus hukum. Kedua, kewarganegaraannya tidak berstatus ganda (dwikewarganegaraan). Itu antara lain. Semua pertanyaannya saya jawab. Dan, tandatangani,” ungkap Tetty Paruntu dalam wawancara khusus dengan wartawan Tribunnews, Ilham Bintang, Senin (21/10/2019) malam.

Setelah itu Tetty pindah tempat menunggu di lounge Istana.

Baca Juga: Digadang-gadang akan Jadi Wakil Menteri Bos Gojek, Inilah 8 Foto Cantik Anak Bos Televisi Besar di Indonesia yang Modis Habis

Tidak berapa lama, Mensesneg Pratikno menemuinya.

Ia memberitahu Tetty telah menerima pesan singkat (SMS). Praktikno meminta klarifikasi Tetty pada dua kasus.

Pertama mengenai keterlibatan Tetty dalam kasus mantan anggota DPR dari Partai Golkar Bowo Sidik yang sudah memasuki tahap persidangan di pengadilan Tipikor.

Kasus kedua, mengenai mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantornya yang mengakibatkan sekdanya diselidiki pihak berwajib.

Tetty pun mengklarifikasi langsung di depan Pratikno.

Yang pertama, dia bantah terlibat dalam kasus Bowo Sidik. Juga menyangkal pernah memberikan uang kepada Bowo Sidik. “Saya memang tidak melakukan itu,“ ujar Tetty.

Menurut keterangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin siang, Tetty pernah diperiksa sebagai saksi dalam proses penyidikan dan persidangan Bowo Sidik.

Hal itu disampaikan juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (21/10/2019).

Baca Juga: Klik Link Live Streaming Juventus vs Lokomotiv Moscow, Lanjutan Liga Champions 2019/2020 Leg ke-3

KPK memeriksa Tetty dalam proses penyidikan kasus suap Bowo Sidik pada 26 Juni 2019.

Dalam dakwaan KPK, Bowo disebut menerima suap sebesar Rp 2,6 miliar dari Tetty Paruntu atas kerja sama pengangkutan pupuk dan gratifikasi senilai Rp 7,7 miliar terkait jabatannya sebagai pimpinan Komisi VI DPR.

“Benar saya pernah diperiksa sebagai saksi. Kesaksian membantah tuduhan memberi uang kepada Bowo. Dalam persidangan Bowo juga tidak menyatakan saya memberi uang. Clear. Selesai,” kata mantan pengusaha Alutsista ini.

“Saya juga membantah soal kasus mutasi ASN, yang ditanyakan Pak Pratikno. Kasus itu sama sekali tidak ada. Saya juga heran, kok isu itu muncul,“ jelas Tetty.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, pun datang. Tapi Tetty membantah Airlangga datang untuk menyuruhnya pulang.

Justru Airlangga membantu Tetty Paruntu menjelaskan mengenai tuduhan itu. Setelah itu Tetty pun pulang.

Ketika pulang, Tetty tidak melewati jalan yang sama ketika datang ke Istana. Dia pulang lewat samping.

Baca Juga: Inilah Deretan Pemenang Foto Satwa Liar Terbaik 2019, Rupanya Ada Foto yang Diambil di Daerah Indonesia Juga!

Ini pula yang membuat wartawan makin menyoroti kehadirannya.

Ia sedih mengikuti pemberitaan media yang berbagai versi.

“Saya itu diminta datang oleh Pak Pratikno. Ini masih saya simpan pesannya di WhatsApp. Pesan beliau masuk pukul 22:27 WIB. Emangnya saya gila datang ke Istana tanpa diundang,” cerita Tetty.

Menurut Tetty Paruntu, dia diusulkan resmi oleh Partai Golkar untuk menjadi anggota kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Yang mengusulkan namanya kepada Presiden Jokowi Ketua Umum Golkar, Airlangga.

“Saya diberitahu Pak Ketum di kantor Golkar tiga hari lalu, hari Jumat. Pak Airlangga menyampaikan bahwa Tetty termasuk dari empat nama dari Partai Golkar yang diusulkan menjadi anggota kabinet," ujarnya.

Baca Juga: Diundang ke Istana Kepresidenan, Pria Ini Ternyata Memiliki Istri Cantik yang Menjabat Sebagai Direktur Perusahaan Properti

Tiga usulan dari Partai Golkar untuk anggota Kabinet Jokowi adalah Zainuddin Amali, Agus Gumiwang, dan Airlangga Hartarto sendiri.

"Saya tidak pernah minta-minta untuk diutus Partai Golkar. Catat itu Bang,“ sambung Tetty.

Tetty mengaku tidak kecewa oleh kejadian yang tidak mengenakkan dirinya Senin siang tadi. Baginya, apa yang terbaik buat Presiden Jokowi, akan didukungnya.

"Saya kan bukan orang yang tidak punya pekerjaan," ujar Tetty yang sebelumnya tergabung dalam tim sukses Gojo, Golkar-Jokowi.

Untuk diketahui, Tetty Paruntu malah pernah menerima Universal Health Coverage Awards (UHC Award) yang diserahkan oleh Presiden RI Jokowi bulan Mei lalu.

Award itu dipersembahkan Presiden RI kepada para Kepala Daerah yang telah memenuhi kriteria Terjaminnya Pelayanan Kesehatan dengan Asuransi Kesehatan bagi masyarakat. Tetty, salah satu penerimanya.

Editor : Moh. Habib Asyhad

Sumber : Tribunnews.com

Baca Lainnya