Wacana PNS Milenial, Bisa Kerja di Rumah dan Dapat Single Salary, Yakin Efektif?

Minggu, 11 Agustus 2019 | 09:00
Tribun Timur/ Firki Arisandi

Ilustrasi PNS

Suar.ID - Berbagai rencana sedang disiapkan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa seirama dengan perkembangan revolusi industri 4.0.

Salah satunya yakni terkait fleksibilitas dalam bekerja.

Selama ini diketahui PNS banyak menghabiskan waktu bekerja di kantor, maka mungkin hal itu akan berubah.

Saat ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengaku sedang membuat rencana agar PNS bisa bekerja lebih fleksibel, tidak melulu di kantor.

Baca Juga: Kisah Seorang Pemulung yang Berkurban Sapi untuk Hari Raya Idul Adha, Sempat Tak Percaya Mendapat Hadiah Umrah Gratis

"Ciri-ciri ASN 4.0 itu lebih jeli, lebih akurat, lebih cepat nanti ada fleksibilitas dalam kerja," ujar Deputi SDM Aparatur Kemenpan RB Setiawan Wangsaatmaja saat menjadi pembicara dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

"Jadi kami sedang rencanakan itu, kerja dari rumah bisa, kerja dari ujung sana juga bisa, nanti diatur bagaimana aturannya," sambungnya.

Fleksibilitas kerja dinilai menjadi hal penting menyusul akan terjadinya perubahan besar profil PNS pada 2024 mendatang.

Baca Juga: Ingin Menikah Lagi, Seorang Wanita Tega Menjadi Otak Pembunuhan Suaminya Sendiri yang Berprofesi Menjadi Tukang Cendol

Saat itu, diperkirakan separuh PNS di Indonesia merupakan generasi yang sangat melek teknologi.

Layanan masyarakat pun nantinya bisa terbantu dengan kehadiran teknologi.

Misalnya, tanda tangan dokumen untuk keperluan birokrasi tidak perlu seorang pejabat menandatangai satu per satu dokumen.

Namun bisa dilakukan dengan tanda tangan digital sehingga prosesnya bisa lebih cepat.

Baca Juga: Status Gunung Slamet Naik Jadi Waspada, PVMBG Imbau Warga dan Wisatawan Tidak Beraktivitas dalam Radius 2 Kilometer

Untuk menyambut PNS 4.0 itu, pemerintah sudah memulainya dengan proses rekruitmen PNS yang menggunakan sistem komputer atau internet.

Dari hasil seleksi beberapa tahun itu, kata Setiawan, pemerintah sudah memiliki 572.000 pegawai yang melek teknologi.

Adapun jumlah total ASN saat ini mencapai dari 4,3 juta orang.

Selain fleksibilitas kerja, perubahan juga mungkin terjadi dari sisi remunerasi PNS.

Sebab, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) sudah menyusun 8 usulan dalam upaya membangun manajemen talenta ASN di Indonesia.

Baca Juga: Tega! Seorang Gadis Dicabuli Ayahnya Sendiri hingga Hamil 2 Kali, Sang Ibu Pun Meninggal karena Depresi

Salah satu usulannya yakni membuat single salary untuk remunerasi PNS.

Hal ini dinilai penting agar gap gaji PNS antar kementerian dan lembaga.

Single salary alias penggajian tunggal adalah penetapan besaran gaji tidak didasarkan pangkat dan golongan, melainkan penilaian kinerja.

Tanpa single salary, menajemen talenta PNS dinilai akan sangat berat terbangun.

Sebab, sistem ini memungkinkan PNS bertalenta dari satu lembaga dimutasi atau dipindahkan ke lembaga lain.

Baca Juga: Demi Tetap Terjaga Saat Mengerjakan PR, Bocah Ini Lakukan Hal Ekstrem dengan Memasukkan Jarum ke Saluran Kencingnya

"Karena kalau saya misal pindah kementerian itu merasa gajinya lebih kecil, enggak bisa, padahal perlu," kata Deputi II KSP Yanuar Nugroho.

Namun, detil skema single salary untuk PNS belum dijelaskan oleh KSP.

Ini termasuk apakah berupa penyeragaman gaji dan tunjangan seusai tingkatan jabatan atau tidak.

Single salary juga akan disertai kebijakan lain. KSP mengusulkan perubahan materi-materi diklat PNS agar lebih sejalan dengan industri 4.0.

Baca Juga: Unggah Foto Bersama Sophia Latjuba di Hari Spesial, Gading Marten Dapat Dukungan dari Maia Estianty dan Shanty: Lanjutkan!

Sementara itu, Deputi SDM Aparatur Kemenpan RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, gap remunerasi PNS tidak hanya terjadi di tingkat pusat namun juga di daerah.

Hal ini terjadi karena belum adanya aturan yang bisa dijadikan patokan pemerintah daerah untuk mengatur besaran remunerasi PNS daerahnya masing-masing.

Oleh karena itu Kemenpan RB menilai perlu adanya peraturan pemerintah yang mengatur terkait pemberian gaji, tunjangan dan fasilitas untuk ASN sehingga bisa menjadi acuan Pemda.

Baca Juga: Kostum Cinta Laura Diprotes FPI saat Tampil di JFC, Sang Mama Sampai Minta Maaf, Panitia Ungkap Fakta Mengejutkan!

Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) khawatir single salary justru mengembalikan anggapan PGPS atau Pintar Goblok Penghasilan Sama.

"Ini juga jangan sampai terjadi karena untuk mendapatkan remunerasi yang baik itu kan ada KPI-nya (key performance indicator)," Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto.

Kemenkeu justru menilai adanya batas bawah gaji PNS lebih penting dibandingkan kebijakan single salary yang dimunculkan oleh KSP.

Baca Juga: Putrinya Kerap Dijodoh-jodohkan dengan Gading Marten, Menteri Susi Pudjiastuti Akhirnya Buka Suara, Netizen Kena Semprot

Bila konsep single salary berupa penyeragaman remunerasi PNS pada tingkatannya yang sama, maka akan menjadi beban untuk lembaga atau pemda yang kemampuan keuangannya berbeda-beda.

Apalagi nantinya, ungkap dia, ada rencana uang pensiun PNS akan berbasis dari take home pay.

Meski begitu, baik fleksibilitas maupun single salary PNS baru sekedar rencana dan usulan.

Perlu waktu untuk menggodok dua hal tersebut sebelum mengambil keputusan. (Yoga Sukmana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judulAsyik, PNS 4.0 Bisa Kerja dari Rumah dan Dapat Single Salary...

Editor : Moh. Habib Asyhad

Sumber : Kompas.com

Baca Lainnya