Slamet kala itu mengatakan, dia ingin menikahi Nenek Rohaya yang tua atas dasar cinta sejati.
Sama sekali tidak ada hubungannya dengan kaya, miskin, tua atau cantik.
"Kami menikah tanpa ada tekanan."
"Kami berdua benar-benar saling mencintai," kata Slamet, melansir Eva.vn.
Bahkan, ujarnya, malam pertamnya dengan Rohaya terasa luar biasa.
"Kami memiliki malam pernikahan yang luar biasa," kata pemuda itu.
"Saya tidak menyangka istri saya seperti itu," lanjut dia.
Bulan madu bahagia Slamet dan Rohaya terjadi di kota Palembang, Sumatera Selatan.
Usai pernikahan, sifat Slamet berubah.
Ia menjadi sangat posesif pada Rohaya.
Bahkan, ia kerap mengunci Rohaya di dalam kamar.