Sempat memarahi Riza, anggota TNI itu lantas menyuruhnya bergabung dengan para pekerja migran Indonesia (PMI) yang juga sedang menunggu dibawa ke lokasi karantina.
"Saya menunggu di belakang itu, saya melihat ada 60 lebih orang yang bernasib sama dengan saya," ucap Riza. Di kelompok itu, Riza berkenalan dengan seorang warga yang baru pulang dari Pakistan.
Warga itu mengaku sudah menunggu di bandara sejak jam 07.00 pagi, sementara saat itu sudah pukul 21.00.
Sekitar pukul 02.00 dini hari, petugas akhirnya mendata warga yang hendak dikarantina.
Riza mengaku proses pemindahan ke tempat karantina begitu panjang dan memakan waktu lama.
"Prosesnya panjang sampai dari imigrasi, kemudian keluar ke bis yang disediakan, paspor kami disita, baru kami dibawa ke Rusun Pasar Rumput sekitar pukul 02.30," kenang dia.Sesampainya di lokasi karantina di Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan, rupanya Riza dan warga lainnya tidak bisa langsung masuk.
Baca Juga: Gisel dan Wijin Putus Gegara Video Asusila 19 Detik? Nasib Nobu kini justru Berubah Drastis
Mereka ternyata lagi-lagi harus menunggu selama berjam-jam, namun kali ini di dalam bus.
Sekitar pukul 07.00, bus yang Riza dan kawan-kawan tumpangi baru bisa masuk ke halaman depan Rusun Pasar Rumput.
Tiga jam setelahnya atau sekitar pukul 10.00 barulah bus bisa masuk ke lokasi karantina.
Namun demikian, pada akhirnya Riza dan rombongan baru benar-benar masuk ke area karantina sekira pukul 13.30.