Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menjual puluhan ABG dengan kedok jasa indekos harian atau jam.
"Tersangka dibantu enam tersangka lain yang masih di bawah umur," kata Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo di Mapolda Jatim, Senin, (1/2/2021).
Ironisnya, reseller tersebut ditugasi oleh tersangka merekrut gadis ABG untuk dijajakan ke lelaki hidung belang.
Rata-rata wanita yang dijajakan adalah pelajar tingkat SMP dan SMA.
Informasi sewa kamar indekos itu hanya kedok.
Saat ada pelanggan yang tertarik, para reseller ABG kemudian menggiring pelanggan untuk berkomunikasi lewat inbox di FB.
Baca Juga: Jauh sebelum Kasus Video Mesum Bocor, Gisel Ternyata Mengaku Sudah Sangat Jago dalam Hal Ini
Di situlah wanita-wanita ABG ditawarkan tersangka ke pria hidung belang.
Jika tertarik, komunikasi kemudian dilanjutkan melalui WhatsApp.
2. Tarif