Pihak keamanan berusaha melakukan berbagai cara untuk menangkal penembakan massal itu.
Salah satu cara yang dilakukan termasuk dengan mendatangkan ibu Jakraphanth supaya bersedia menyerah.
Diberitakan The Washington Post, ibu Jakraphanth yang tidak disebutkan identitasnya itu didatangkan dari Provinsi Chaiyaphum.
Terdapat video di media sosial, yang tak bisa dibuktikan kebenarannya, bahwa si ibu langsung histeris begitu mendengar anaknya menjadi pelaku penembakan massal.
Didatangkan dari daerah sejauh sekitar 70 kilometer, aparat meminta kepada ibu Jakraphanth supaya bersedia membujuk anaknya agar menyerah.
4. Sempat update di Facebook
Sang tentara Thailand diketahui sempat aktif di media sosial, baik sebelum serangan maupun ketika dia mulai menembaki Distrik Muang.
"Kematian tidak akan bisa dihindari oleh semua orang."
Demikian status yang diunggah oleh Jakraphanth sembari membawa senapan dan membunuh 26 orang.
Selain itu, dia juga sempat menuliskan status bagaimana jarinya sudah lelah menarik pelatuk.
"Haruskah saya menyerah?" tanyanya.