Suar.ID -Masih hangat di ingatan kita tentang kasus yang menimpa Kolonel Hendi Suhendi dan Sang Istri.
Baru dua bulan ia menjabat sebagai Dandim Kendari, Kolonel Hendi Suhendi harus rela melepas jabatannya ini.
Ini tak lain dan tak bukan karena ulah sang istri yang unggah status nyinyir mengenai masalah penusukan yang dialami Wiranto.
Namun dibalik pencopotan jabatannya, Kolonel Hendi malah mendapat banyak pujian dari warganet, termasuk mantan Ketua DPR, Marzuki Alie.
Mantan Ketua DPR tahun 2009-2014, Marzuki Alie menyebut bahwa tindakan yang ditempuh Kolonel Hendi tersebut luar biasa.
Seperti diketahui, kasus ini bermula kalaIrma Zulkifli Nasution memosting nyinyiran diFacebookterkait penusukan yang dilakukan terduga teroris Syahril Alamsyah alias Abu Rara terhadap Menko Polhukam Wiranto.
Ia dianggap melanggar sapta marga di tubuh TNI sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 Pasal 8 a dan Pasal 9.
"Seorang prajurit tidak taat terhadap pimpinan dan melanggar Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadi ketika prajurit melanggar semua itu, maka konsekuensi harus diterima,"kata Komandan Korem 143/Ho Kendari Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto.
Tak hanya unggahan nyinyi, istri Dandim Kendari ini juga sempat sesumbar saat diperingatkan mengenai unggahannya yang menyindir Wiranto.
Irma sempat menyebut bahwa dirinya seorang anak anggota TNI hingga berkerabat dekat dengan para jajaran tinggi tentara.