Anies Baswedan Berencana Beri Stiker Khusus di Rumah OTG Covid-19, Gembong Warsono tak Setuju: Jangan Deket-deket dengan Anak Pak Gembong!

Selasa, 06 Oktober 2020 | 06:00
Kolase Tribunnews Maker/ Tribun Jakarta dan Tribunnews

Gembong Warsono tak setuju dengan rencana Anies Baswedan yang akan menempeli stiker di rumah OTG.

Suar.ID -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan sejumlah syarat bagi orang tanpa gejala (OTG) virus corona yang ingin melakukan isolasi di rumah.

Rumah pasien OTG itu harus ditempel stiker khusus bertulisan 'sedang melakukan isolasi mandiri'.

Aturan isolasi mandiri itu tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020 tentang prosedur isolasi terkendali.

Baca Juga: Dinilai Kurang Tegas, Tina Toon Minta Anies Baswedan Libatkan TNI/Polri dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta: Ini Bersifat Wajib!

Pemberian stiker khusus tersebut menuai kritikan pedas dari Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono.

Kritikan tersebut disampaikan Gembong Warsono saat menjadi narasumber di acara Kabar Petang, TV One, pada Sabtu (3/10/2020).

Mulanya, Gembong Warsono menilai saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang panik menghadapi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Beda Pendapat, Anies Baswedan kembali Perpanjang PSBB Ketat di DKI Jakarta, Presiden Jokowi tak Setuju: Ini akan Merugikan Banyak Orang

"Situasi yang kami tangkap adalah, Pemprov kelihatannya hari-hari ini sedang panik," ucap Gembong Warsono, dalam tayanganYouTube TV One, pada Minggu (4/10/2020).

"Panik sehingga membuat kebijakan yang satu dengan yang lain saling blunder,"

"Sebelumnya melarang warga yang OTG melakukan isolasi mandiri, tapi hari ini Pemprov membuat kebijakan baru yang bertentang dengan kebijakannya sebelumnnya," imbuhnya.

Gembong kemudian meminta Pemprov DKI Jakarta untuk membayangkan jika rumah OTG virus corona yang ditempeli stiker tersebut berada di lingkungan padat penduduk.

Kompas.com
Kompas.com

Gembong Warsono.

Baca Juga: Anies Baswedan Perpanjang PSBB Ketat di Jakarta, Kemenkeu Beberkan Dampaknya pada Perekonomian Indonesia: Ini Luar Biasa

Menurutnya, hal itu akan menimbulkan kepanikan bagi warga sekitar.

"Kita bayangkan kalau itu dilaksanakan di pemukiman padat," ucap Gembong.

"Maka secara psikologis, akan merusak psikologi warga yang di sekitar yang pada akhirnya, bukan memberantas, justru sebaliknya,"

"Karena masyarakat kan jadi panik, kepanikan itu yang akan mengurangi imunitas warga di sekelilingnya, ini kan berbahaya," imbuhnya.

Kolase Warta Kota
Kolase Warta Kota

Gembong Warsono dan Anies Baswedan.

Baca Juga: Sempat Sindir Anies Baswedan kurang Salat Tahajud usai Terapkan PSBB di Jakarta, kini Adik Kandung dan Asisten Nikita Mirzani Positif Covid-19: Takut Aku

Tak hanyaitu, menurut Gembong Warsono, penempelan stiker tersebut juga dapat memancing aksi bully di lingkungan anak-anak.

"Misalkan kita sama-sama punya anak kecil, tiba-tiba Gembong rumahnya dikasih stiker OTG mungkin nanti anak saya diledekin oleh anaknya Pak Wagub," ucap Gembong.

"Jangan deket-deket dengan anak Pak Gembong!" tambahnya.

(Tribun Jakarta)

Editor : Ervananto Ekadilla

Sumber : Youtube, Tribun Jakarta

Baca Lainnya