Saking Frustrasinya Anak Tak Paham-Paham saat Diajari Matematika, Seorang Ibu Justru Hampir Meregang Nyawa!

Seorang ibu yang berusia 36 tahun hampir saja kehilangan nyawanya ketika ia sedang membantu anak laki-lakinya mengerjakan soal matematika.

Suar.ID - Seorang ibu bernama Wang (36) hampir saja kehilangan nyawanya.

Hal ini terjadi ketika ia sedang membantu anak laki-lakinya mengerjakan soal matematika.

Ia diduga tak dapat menahan emosi.

Emosi tersebut timbul saat sang anak tak kunjung mengerti akan soal matematika yang dikerjakan.

Baca Juga: Sepi Pengunjung, Driver Ojek Online Pandai Ini Malah Bantu Ngerjain Soal Matematika Anak Temannya

Diberitakan oleh Asia One pada Sabtu (9/11/2019), Wang telah berulang kali menjelaskan cara mengerjakan soal tersebut.

Namun anaknya yang kini duduk di bangku kelas 3 SD itu, tidak juga paham.

Hal ini membuat Wang frustrasi, marah dan kesal.

"Aku sudah mencoba menjelaskan berulang kali, namun anakku belum juga mengerti."

Baca Juga: Apes! Calon Pengantin Pria ini Gagal Nikah Gara-gara Tak Bisa Jawab Soal Matematika Sederhana Seperti Ini


"Aku sangat marah, rasanya seperti ingin meledak."

"Tiba-tiba jantungku berdebar dengan sangat kencang dan susah untuk bernafas," kata Wang saat diwawancarai media setempat.

Wang pun seketika menghubungi suaminya untuk diantarkan ke rumah sakit.

Dokter di Rumah Sakit Xinhua, Yang Xiaoxue, kemudian mendiagnosis Wang terkena serangan jantung.

Baca Juga: Kisah Bocah 6 Tahun Dihajar Babak Belur Gegara Tak Bisa Kerjakan Matematika

"Dia (Wang) datang tepat waktu. Jika terlambat, nyawanya tidak terselamatkan," kata Dokter Yang.

Dokter Yang menjelaskan bahwa serangan jantung yang dialami oleh Wang pada usia yang relatif muda juga dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat dan juga stres.

Wang mengatakan, dia kerap kesal saat sedang membantu anaknya mengerjakan pr sekolah.

Namun ia tak menyangka bahwa akibatnya ia harus sampai mengalami serangan jantung.

Baca Juga: Kisah Kaisar China yang Bisa Meniduri Ratusan Wanita dengan Perhitungan Matematika

Psikolog asal Hong Kong, Florence Huang mengatakan, para orangtua perlu belajar mengendalikan diri dari emosi negatif seperti stres dan kemarahan.

Dampak emosi negatif itu dapat mempengaruhi kesehatan orangtua dan anak. (Ervananto Ekadilla/Suar.ID)

BACA SUMBER