"Sana sekali tvOne tidak bermaksud menjebak, seperti disampaikan Mbak Nirina dengan menghadirkan pengacara tersangka riri.
Semata mata, kehadiran pengacara tersangka tersebut untuk memenuhi kaidah pemberitaan yang seimbang dan menghormati asa praduga tak bersalah," tulis Eduardus Karel Dewanto (18/11/2021).
Tak hanya itu, tvOne juga mengaku bahwa keputusan menghadirkan Syahruddin bukanlah bentuk kesengajaan untuk membuat Nirina Zubir tidak nyaman.
"Sama sekali tvOne tidak bermaksud dengan sengaja, tidak menginformasikan kehadiran pengacara tersangka.
Kami memperoleh narasumber tersebut untuk memenuhi kaidah keberimbangan pun di menit terakhir menjelang on air. Sejak awal dialog seluruh narasumber sudah diperkenalkan presenter.
Saat itu, Mbak Nirina juga bersedia berdialog dengan pengacara tersebut. Saat jeda komersial pun tidak ada masalah. Persoalan muncul ketika di segmen berikutnya presenter memberi waktu ke kuasa hukum tersangka."
Meski tak menunjukkan sedikit pun rasa penyesalan dan permintaan maaf, tvOne tetap menunjukkan keberpihakannya kepada Nirina Zubir.
Pasalnya, dalam kasus ini Nirina Zubir menjadi pihak korban dari mafia tanah.
"Dalam konteks isi dialog, tvOne sepakat dan berpihak pada pemberantasan mafia tanah."