Bikin Geleng-geleng Kepala! Heboh Warga Tirukan Aksi 'Salam dari Binjai' dan Membuat Banyak Pohon Pisang Rusak

Rabu, 03 November 2021 | 10:03
Instagram.com

Pohon pisang milik warga Lamongan tumbang karena dirusak.

Suar.ID - Sembilan bocah beserta orangtua mereka yang merusak pohon pisang akhirnya dipanggil oleh Kepala Desa Surabayan Sunarto.

Para bocah itu dipanggil karena melakukan aksi nekat merusak pohon pisang warga dengan menirukan aksi "Salam dari Binjai" yang sedang viral di media sosial..

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada Minggu (31/10/2021).

Baca Juga: Bergelimang Harta Sedari Orok,Perlengkapan Calon Bayi Nagita Slavina Tuai Decak Netizen,Harganya Bisa Buat DP Mobil!

"Sebenarnya sih banyak yang ikut waktu itu (aksi merusak pohon pisang), namun yang kami panggil kemarin hanya sembilan anak beserta orangtuanya," ucap Sunarto.Peristiwa itu bermula dari video yang beredar di media sosial.Akun @nandakesuma.ps dan @beritalamongan mengunggah video berdurasi 39 detik.

Baca Juga: Nekat Lakukan Serangan Membabi Buta di Kereta, Identitas Si Joker Jepang Akhirnya Terkuak, Motif Tindakannya Tak Masuk Akal

Dalam video tersebut tampak bocag-bocah merusak pohon pisang warga di area persawahan dengan gembira.

Menurut Sunarto, aksi bocah-bocah itu menirukan Paris Pernandes yang populer dengan kalimat 'Salam dari Binjai'.

Biasanya Paris menyebutkan salam itu sembari meninju pohon pisang.

"Ketika kami tanya mereka rata-rata menjawab latihan silat-silatan dengan nada polos," tutur dia.Warga pemilik pohon pisang tersebut kaget mengetahui sejumlah pohon pisangnya rusak.

Warga kemudian melaporkan ke Sunarto dan perangkat desa setempat.

Baca Juga: Geledah Markas Menwa Selama Satu Jam, Polisi Cari Barang Bukti Ini atas Kasus Tewasnya Mahasiswa UNS

Sembilan anak yang terlibat perusakan lalu dipanggil ke balai desa didampingi orangtua masing-masing untuk proses mediasi.

Pemilik pohon pisang akhirnya memaklumi sikap anak-anak tersebut dan tidak mengambil jalur hukum.

"Namanya anak-anak. Tapi tetap, kepada para orangtua kami sudah berpesan untuk menjaga dan mengawasi tingkah laku anak mereka, supaya kejadian seperti itu tidak sampai terulang di kemudian hari," kata Sunarto.

Editor : Adrie Saputra

Baca Lainnya