Suar.ID -Presiden Jokowi menanggapi soal penemuan rekening kasino milik kepala daerah.
Sebelumnya, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengungkapkan, ada sejumlah kepala daerah yang mempunyai rekening kasino di luar negeri.
Kiagus Ahmad Badaruddin juga menyampaikan beberapa hal terkait refleksi PPATK selama periode 2019.
"PPATK menelusuri transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga melakukan penempatan dana dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp 50 miliar ke rekening kasino di luar negeri," ujar Kiagus.
PPATK diketahui sudah menyerahkan kepada mitra kerjanya mengenai laporan hasil analisis mengenai penemuan rekening kasino di luar negeri.
Rekening tersebut diduga milik kepala daerah di Indonesia.
Namun, laporan hasil analisis tersebut belum dapat dipastikan telah diserahkan kepada para penegak hukum.
Melansir dari Kompas.com, berdasarkan keterangan dari Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra temuan rekening kasino di luar negeri milik sejumlah kepada daerah masih ditangani oleh PPATK.
"Terhadap persoalan ini, sampai dengan saat sekarang masih ditangani oleh PPATK," ujar Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019).
PPATK menginfokan akan berkoordinasi dengan penegak hukum apabila nantinya ditemukan dugaan tindak pidana dari kajian yang dilakukan.
Diketahui kasino atau tempat perjudian luar negeri di mana kepala daerah menyimpan rekening tersebut berada di Asia.
Maka dalam wilayah Asia, ada 3 negara perkiraan kepala daerah tersebut menyimpan uangnya.

:quality(100)/photo/2019/12/19/4045405908.jpg)
Ilustrasi Kasino.
Pertama adalah Singapura,
Kedua adalah Macau, Hongkong,
Ketiga adalah Malaysia.
Tanggapan Presiden Jokowi
Jokowi menuturkan belum ada laporan secara tertulis maupun lisan terkait hal tersebut.
Hal itu ia sampaikan saat konferensi pers di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2019).
Presiden Jokowi mengaku belum mendapat laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait kasus tersebut.
Ia menuturkan untuk sekarang belum bisa berkomentar banyak dalam menyikapi kasus dugaan pencucian uang di rekening kasino luar negeri ini.
“Tetapi yang jelas sangat tidak terpuji, kalau ada kepala daerah gak bener ada kepala daerah menyimpan uang di kasino.
Saya belum mendapatkan laporan, jadi nggak bisa membayangkan, nyimpen uang kok di kasino,” ujar Jokowi, dilansir dari KompasTV.
Dalam kasus ini para penegak hukum yang akan turun tangan dalam pengusutan ini.
Di antaranya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan kejaksaan.(Tribun Solo)