Suar.ID -Mantan sekretaris Kementerian BUMN Said Didu memuji langkah Erick Thohir menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi Komisaris Utama Pertamina.
Menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu cocok dengan posisi tersebut.
Kita tahu, Menteri BUMN, Erick Thohir baru saja mengangkat Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina.
Pengangkatan Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina masih menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak.
Meski sering kontra dengan pemerintah, kali ini Said Didu memuji langkah Erick.
Pernyataan Said Didu itu muncul dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam yang kemudian diunggah oleh kanal YouTube Talk Show tvOne, Minggu (24/11).
Dia menyinggung soal kecocokan Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina dengan karakter dan gaya kepemimpinan Ahok.
Menurutnya, ada empat hal yang menjadi indikator cocok atau tidak cocoknya seseorang, dalam hal ini Ahok, sebagaiKomisaris Utama di Pertamina.

:quality(100)/photo/2019/11/25/3147677187.jpg)
Said Didu puji langkah Erick Thohir tunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Pertama, apakah penugasan oleh pemerintah kepada Ahok sesuai dengan kompetensi dan karakter dia," terang Said Didu.
"Kedua, apakah Ahok bisa merubah dirinya menjadi lebih baik sehingga dapat bekerja di atas kaidah-kaidah good governance dan good corporate governance."
"Yang ketiga, apakah tim yang bersama Ahok, dewan komisaris dan dewan direksi bisa bersinergi baik dengan Ahok."
"Yang keempat, apakah kepercayaan mitra-mitra Pertamina akan menjadi membaik setelah Ahok masuk ke dalam," jelas Said Didu.
Said Didu menyatakan Ahok adalah sosok yang kontroversional.
Dia menilai, soal cocok atau tidak cocok Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina bergantung pada penugasan yang diberikan pemerintah kepada Ahok.
Lebih lanjut, Said Didu berharap Ahok akan diberikan tugas yang memang selama ini menjadi kendala dari perkembangan Pertamina.
Pernyataan resmi Menteri BUMN, Erick Thohir terkait Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).
"Kendala perkembangan Pertamina selama ini, mohon maaf banyak sekali mafia-mafia singgah di Pertamina termasuk mafia-mafia proyek sehingga perkembangan Pertamina menjadi terhambat," jelas Said Didu.
Selain kendala tersebut, Said Didu juga menyebut kendala lain yakni penugasan pemerintah kepada Pertamina yang tidak sesuai dengan UU BUMN.
Lebih lanjut, Said Didu mengungkapkan ada tiga indikator utama kinerja yang sebaiknya diberikan kepada Ahok.
"Pertama memberantas mafia migas, kedua mempercepat proses-proses pembangunan kilang yang ada di Pertamina, ketiga adalah menyelesaikan masalah penugasan pemerintah kepada Pertamina," jelas Said Didu.
Said Didu menyebut hal tersebut merupakan tugas berat bagi Ahok.
"Nah di sinilah ujian berat bagi Ahok karena saya paham bahwa mafia migas itu selalu selama ini ada di kekuasaan dan di sekitar kekuasaan," terangnya.
"Itulah saya pikir persyaratan apakah Ahok sukses atau tidak sukses, kita tunggu empat hal yang saya katakan tadi" imbuh Said Didu.