Suar.ID -Siapa yang tak kenal dengan penyanyi jebolan ajang pencarian bakat yang terkenal sukatampil sensual ini?
Siapa lagi kalau bukan Marion Jola.
Penyanyi bernama lengkap Marion Rambu Jola Pedi ini kerap mendapat kritikan pedas dari netizen karena penampilannya yang dianggap teralu sexy.
Meski begitu hal ini tak dipedulikan oleh perempuan asal Kupang ini.
Sebelum sukses menjadi seorang penyanyi, rupanya Marion Jola ini memiliki profesi lain.
Tepatnya ketika ia masih kelas 2 SMA, Marion Jola ini sempat menjadi juragan kos-kosan.
Hal ini diketahui lewat sebuah video yang diunggah oleh kanal Youtube Ari Lasso TV pada Kamis (12/3).
Dalam video ini Marion Jola menceritakan kalau sejak SMP ia telah hidup terpisah dari kedua orangtuanya.
Untuk diketahui, ayah dan ibu Marion Jola saat itu tiggal di Sumbawa.
Sedangkan ia sendri berada di Kupang bersama neneknya.
"Papa sempat kasih aku pegang kosan, itu pas SMA kelas dua," ucapnya.
"Jadi aku minta hadiah kos-kosan, biar jajannya dari situ aja. Gitu sih dulu penawarannya sama papa," kenangnya.
"Dari situ ngurus kosan, bayar listrik, bayar airnya, kontrol keluar masuknya uang, tapi gak dikasih uang jajan lagi sama sekali," jelasnya.
"Jadi uangku ya uang dari hasil kos-kosan itu," tandasnya.
Ketika itu, Marion Jola mengelola kos-kosan dengan jumlah 8 kamar.
Sewa per kamar ini dipatok dengan harga yang sama yaitu Rp 250 ribu per kamar.
Sehingga dalam sebulan Marion Jola bisa mendapat uang sebanyak Rp 2 juta.
Tapi itu semua masih dibagi lagi untuk membayar listrik, air, dan juga menggaji seorang pria yang dipercaya untuk menjaga kos-kosan tersebut.
Selama menjadi juragan kosan ini, Marion Jola rupanya dikenal sebagai sosok yang sangat tegas.
Bahkan saking tegasnya ia terlihat seperti ibu kos yang galak.
Bagaimana tidak, Marion Jola tak ragu untuk mengusir siapa saja yang menunggak pembayaran.
Tak sampai disitu, ia bahkan berani menegur penghuni kos atau tamu yang berisik dan membuat onar.
Padahal saat itu Marion Jola ini hanyalah seorang anak SMA, sedangkan mereka yang ngekos ini kebanyakan adalah anak kuliahan.
"Ada yang gak bayar tiga bulan, waktu itu dapet laporan dari kios punya papa mama di depan kosan yang disewa orang," ujarnya.
"Nah kan dia yang biasa jagain, bilang minta tolong dong ambilin duitnya. Aku tanya dong, ini belum bayar tiga bulan? Dia bilang iya," kenangnya.
"Langsung aku ke belakang, ku marahin, aku usir sampai mereka takut sama aku dan panggil aku kakak. Padahal aku anakSMAdan mereka anak kuliahan," jelasnya.
"Ada juga yang gak tertib, ribut, aku marahin tuh sama temen-temennya juga aku marahin," sambungnya.
"Habis aku ibu kosnya. Gak bisa kalau sampai ini kos kotor, ribut, karena nanti aku yang diamukin sama papa," tandasnya.