"Memang benar keterlibatan mafia, salah satu jet pribadi oleh BJP Hendra itu karena milik seorang mafia RBT," ujarnya.
"Wajar karena ada keterlibatan mafia bukti seorang BJP punya fasilitas pesawat pribadi," jelasnya.
Kamaruddin juga menyebut Ferdy Sambo sebagai tangan kanannya Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
"Kadiv Propam itu tukang puluknya Kapolri, di mana Kapolri pergi dia ikut," kata Kamaruddin.
"Di situ ada Kapolri di sana ada Ferdy Sambo."
Menurut Kamaruddin, sejatinya wajar-wajah saja Ferdy Sambo punya kekuasaan tinggi di polisi, mengingat dirinya adalah penjaga etika Polri.
"Tentu dia bisamencopot para jenderal baik di Kapolda, Kapolda bahkan satu dua tingkat di atasnya," ujarnya.
Kamaruddin kemudian bercerita soal pertemuannya dengan seorang jenderal polisi bintang satu, seorang Brigjen.
"Bahkan saat saya pergi ke Medan ada seorang mengaku Brigadir Jenderal Polisi, dia telpon video call saya, dia berdiri sikap sempurna bahkan istrinya masih cantik kulihat disuruh berdiri sikap sempurna, menghadap saya dan memanggil saya komandan," terangnya.
Awalnya kuasa hukum Brigadir J itu bercanda, tapi...
"Tapidia berterima kasih, mengaku brigadir jenderal, dia mengaku diperas 2,5 miliar, dia menghendaki satu jabatan ketika masih Kombes, lalu untuk mendapatkan jabatan itu dia setor 2,5 miliar, makanya saya bilang karena mau juga itu," ujarnya.