Ayahnya melarang penyembahan terhadap banyak dewa.
Ia menyarankan, hanya menyembah satu dewa (monoteisme) bernama Aten.
Karena hal ini, ayahnya dikenal sebagai “raja yang sesat.”
Selain itu, kepemimipinan Akhenaton menjadi semakin otokratik.
Bahkan, rezimnya juga bertambah korup.

(ilustrasi) Howard Carter dengan mumi Firaun Tutankhamun.
Akhenaton akhirnya tidak lagi bertakhta setelah 17 tahun.
Kemungkinan, karena ia diturunkan paksa.
Tidak lama kemudian, dia meninggal.
Ia pun digantikan Tutankhamun yang berusia 9 tahun pada 1332 SM.
Karena masih kecil, maka tahun-tahun awal kekuasaannya masih dikendalikan seorang wazir bernama Ay.
Pada waktu itu, Ay dibantu komandan militer Mesir bernama Horembeb.