Otoritas kampus menuduhnya gagal menyeimbangkan komitmen kerja dan nilai-nilanya dianggap tidak cukup untuk memenuhi program pendidikan selama empt tahun.
Selain itu menurut keterangan media lokal, universitas juga menuduhnya sudah mengakui karya orang lain atau plagiarisme.
Mann mengaku sangat sedih.
Kepada The Couier-Mail, Mann yang juga bekerja di 7-Eleven itu mengatakan dia begitu sedih hingga tidak mempunyai keinginan untuk berhubungan seks.
"Peristiwa itu menghentikan kehidupan seks saya. Tidak ada rangsangan di organ saya.
Seingat saya, saya tak pernah memiliki masalah seperti ini sebelumnya," keluhnya.
Calon mahasiswa berusia 52 tahun itu mengungkapkan dia tidak bisa keluar dari tekanan depresi yang melanda karena menganggap reputasinya sudah hancur.
Menganggap JCU sebagai akar masalahnya, Mann pun memutuskan untuk menuntut ganti rugi sebesar 3.125.000 dollar Australia, atau sekitar Rp 31,2 miliar.
"Sudah dipastikan bahwa JCU sengaja menarik saya ke dalam program doktoral karena mereka hanya menginginkan uang saya saja," keluh Mann kembali.
Adapun universitas menyatakan mereka tidak bisa memberikan komentar karena saat ini tengah mempersiapkan materi untuk menghadapi Mann di persidangan. (Ardi Priyatno Utomo)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Gairah Berhubungan Seks Hilang, Calon Mahasiswa Tuntut Kampusnya Rp 31 Miliar