"'Saldo' rekening King of The King di BNI sebanyak Rp 720 T. Wuow," unggah akun @BigAlphaID, Kamis (30/1/2020).
Saldo rekening King of The King yang beredar di sosial media
Padahal, menurut akun @BigAlphaID, per 30 Januari 2020 market cap BNI hanya Rp 135 T. Jauh lebih rendah dari potret saldo rekening King of The King yang beredar.
Saking tak logisnya jumlah saldo yang beredar, akun @BigAlphaID bahkan menyebut bahwa ATM akan minta ampun jika King Doni Pedro menarik uang.
"King Donny narik duit di ATM, ATM nya minta ampun," tulis akun @BigAlphaID.
Hingga saat ini, Jumat (7/2/2020) pukul 15.00 unggahan tersebut telah diretweet lebih dari 1000 kali dan disukai lebih dari 1200 pengguna Twitter.
Namun, apakah unggahan tersebut benar?
Terkait hal iut, Kompas.com pun mencoba menghubungi pihak BNI.
Corporate Secretary BNI, Meiliana, pun mengatakan, unggahan yang menyebutkan King of The King memiliki saldo rekening sebanyak Rp720 triliun adalah tidak benar alias hoaks.
Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan King of The King ke kepolisian karena pemalsuan.
"Itu tidaklah benar. Kami juga sudah melaporkan ke kepolisian atas kasus pemalsuan dokumen tersebut," katanya kepada Kompas.com, Jumat (7/2/2020).
King of the King di Kota Tangerang, Banten.