Warna kelabu yang luruh menjadi putih mutiara mengingatkan pada puncak Himalaya yang tertutup salju.
Proses pewarnaan kulitnya sendiri memerlukan waktu dan keahlian khusus agar bisa menjadi seperti itu.
Himalaya Birkin dibuat dari kulit buaya Nil.
Pihak Hermes sendiri tidak mengungkapkan berapa banyak tas seri Himalaya Birkin yang mereka produksi, namun Christie’s memperkirakan hanya ada satu atau dua tas semacam itu yang dibuat setiap tahun.
Oleh karenanya, seandainya seseorangmemiliki uang, membeli tas itu bukanlah perkara mudah.
Menurut balai lelang, untuk mendapatkannya seseorang harus menunggu daftar beli hingga enam tahun.
Tas Birkin yang terinspirasi oleh ikon Jane Birkin pertama kali dibuat 30 tahun lalu.
Birkin yang saat ini berusia 70 tahun justru mengaku jarang menggunakan tas serupa yang dimilikinya.
Tahun 2015, Jane Birkin pernah meminta Hermes untuk menghilangkan namanya dari tas seri tersebut, karena ia merasa terganggu dengan “praktek kejam” membunuh buaya untuk membuat tas itu.
Namun kemudian ia menerima setelah Hermes berjanji akan memperlakukan hewan yang akan diambil kulitnya dengan lebih etis.