Follow Us

Gara-gara Rebutan Cewek, Seorang Anak SMA Tewas, Banyak Orang di Lokasi Malah Merekam Video Alih-alih Menolong

Adrie P. Saputra - Kamis, 19 September 2019 | 08:39
Ilustrasi
Tribunnews

Ilustrasi

Suar.ID - Seorang remaja ditikam sampai tewas selama perkelahian setelah jam sekolah.

Perkelahian itu diduga karena masalah gadis, ada 80 anak-anak lain di lokasi kejadian namun tidak ada yang menolong, malah merekam video insiden fatal tersebut.

Khaseen Morris (16), menderita luka fatal setelah diserang oleh pria ketika dia pulang sekolah dengan teman-temannya pada hari Senin, di Oceanside, New York.

Melansir dari Mail Online (18/9/2019), Kepolisian Kabupaten Nassau dipanggil ke tempat kejadian di luar Pizzeria and Restaurant Mario pukul 15:45 setelah pertarungan besar antara 10 pria terjadi.

Baca Juga: Kabut Asap di Kalimantan Semakin 'Menggila', Burung-burung Tewas dan Berjatuhan dari Langit

Cuplikan dari adegan mengejutkan menunjukkan Morris dilemparkan ke tanah dan ditusuk dengan pisau ke dada.

Serangan itu terjadi di dekat restoran pizza yang dikenal sebagai tempat nongkrong sepulang sekolah yang populer untuk siswa SMA Oceanside.

Tidak ada satu orang pun yang membantu dalam serangan brutal itu.

Pertarungan itu terjadi karena Khaseen pulang dengan seorang gadis setelah pesta.

Mantan gadis tersebut mengetahui itu dan cemburu.

Detektif Kepolisian Kabupaten Nassau, Letnan Stephen Fitzpatrick, mengatakan pada konferensi pers, "Mereka lebih suka merekam video. Mereka merekam kematiannya alih-alih membantunya."

Dia kemudian berbicara langsung kepada para remaja, "Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, generasi saya versus generasi ini."

Khaseen Morris (di atas), 16, telah meninggal setelah ditikam.
Mail Online

Khaseen Morris (di atas), 16, telah meninggal setelah ditikam.

Baca Juga: BERITA TERPOPULER: Faktanya Pria Lebih Bahagia Bersama Perempuan dengan Tubuh Berisi hingga Sopir Bus Tewas di Hadapan Istrinya

"Ini tidak bisa dibiarkan. Teman-temanmu sekarat saat kamu berdiri di sana dan merekamnya."

"Itu mengerikan."

Detektif Vincent Garcia dari Departemen Kepolisian Kabupaten Nassau mengatakan kepada DailyMail.com bahwa ada "penyelidikan yang sangat aktif" sedang berlangsung, tetapi tidak ada penangkapan yang dilakukan.

Garcia menjelaskan bahwa ada sebanyak 80 saksi mata atas kejadian tersebut dan beberapa di antaranya merekam "penyerangan yang terjadi" - beberapa dari video itu diunggah ke Snapchat.

Dia mengatakan kepada DailyMail.com, "Mereka lebih sibuk merekam daripada membantu, tetapi kami jadi mudah untuk mencari pelaku."

Khaseen Morris dikeroyok sepulang sekolah.
dailymail.co.uk

Khaseen Morris dikeroyok sepulang sekolah.

"Sekitar 60 hingga 80 pemuda ada di sana, jadi kami meminta siapa pun yang memiliki informasi lebih lanjut untuk melapor."

Sebuah halaman penggalangan dana telah disiapkan untuk bocah lelaki yang menjelaskan kehidupan "Morris" dan meminta sumbangan 50.000 dolar untuk membantu menutupi biaya pemakaman (Rp 700 juta).

Situs itu menulis, "Dia meninggalkan sebuah keluarga yang begitu dekat satu sama lain daripada keluarga manapun yang pernah saya temui."

Hanya dalam 24 jam, halaman itu telah mengumpulkan lebih dari 21.000 dolar (Rp 295 juta) dan penyelenggara, Karen Ferraro, berterima kasih kepada mereka yang telah menyumbang.

(Adrie P. Saputra/Suar.ID)

Source : dailymail.co.uk

Editor : Suar

Baca Lainnya

Latest