Salah satu geng yang terkuat adalah Raskols dimana mereka menguasai jalan-jalan, menggunakan kejahatan seperti perampokan bersenjata untuk bertahan di daerah-daerah yang padat pengangguran.
Ketegangan antara kelompok suku yang bertikai telah menyebabkan pembunuhan dan pembakaran.
Kontaminasi makanan dan air minum bahkan pernah menyebabkan wabah kolera yang mematikan.
2. Harare, Zimbabwe
Tiga dekade pemerintahan yang tidak menentu oleh diktator Robert Mugabe telah membuat ekonomi Zimbabwe compang-camping, sebelum akhirnya ia mengundurkan diri pada 2017 lalu.
Kampanye Mugabe melawan petani kulit putih mengirim bangsa itu jatuh bebas dari hiperinflasi.
Pada November 2008, inflasi telah mencapai 79,6 miliar persen. Segera setelah itu, Zimbabwe mulai menggunakan mata uang utama Amerika.
Karena ekonomi yang lesu, perampokan cukup lazim, mulai dari merampok dompet hingga mobil di persimpangan.
Ibu kota Zimbabwe, Harare, secara konsisten berada di antara kota-kota terburuk di dunia.
Pemadaman berkepanjangan adalah norma, karena pemerintah tidak dapat memenuhi permintaan listrik. Persediaan air juga diketahui berjalan sangat rendah.
3. Caracas, Venezuela