'Tidak Ada Tanda-tanda', Terbongkar Detik-detik Terakhir Brigadir J Sebelum Ditembak Bharada E, Sempat Chat Kekasihnya 17 Menit Sebelum Tewas, Ungkap Ada Masalah!

Senin, 25 Juli 2022 | 12:33
Tangkap layar YouTube KompasTV/TribunJambi-Aryo

17 menit sebelum tewas, Brigadir J sempat chat kekasihnya, terkuak pesannya terakhir hingga curhat soal ada masalah.

Suar.ID - Tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo hingga kini memang masih menjadi misteri.

Sebelumnya, diketahui Brigadir J ini disebut tewas dalam baku tembak dengan Bharada Epada pukul 17.00 WIB.

Terbongkar, sebelum tewas, pada detik-detik terakhirnya, Brigadir J ini rupanya sempat berkomunikasi dengan kekasihnya, Vera Simanjuntak.

Sang kekasih pun ungkap Brigadir J ini ada masalah.

Masalah apa yang dialami oleh Brigadir J ini?

Diketahui, Brigadir J ini sempat bertukar pesan dengan calon istrinya, Vera Simanjuntak sekitar 17 menit sebelum tragedi.

Vera Simanjuntak sendiri tak menyangka kalau hal itu jadi komunikasi terakhirnya dengan Brigadir J.

Dilansir TribunJambi.com, hal ini diungkapkan langsung oleh Ferdy, kuasa hukum Vera Simanjuntak.

Ferdy pun sebut kliennya ini masih berkomunikasi dengan Brigadir J di hari terjadinya tragedi tersebut.

Tepatnya pada Jumat (8/7/2022) pukul 16.43 WIB.

"Terakhir komunikasi itu hari Jumat pukul 16:43 WIB, dan tidak ada tanda-tanda hanya sebatas tanya-tanya kabar," kata Ferdi, kuasa hukum Vera Simanjuntak, Minggu (24/7/2022).

Ia pun ungkap kalau kliennya ini juga terkejut mendapat informasi atas insiden yang disebut baku tembak ini.

Kemudian, Ferdi pun jelaskan informasi kejadian yang disebut baku tembak itu berlangsung pada pukul 17.00 WIB belum sepenuhnya dipastikan hingga pihaknya menunggu hasil autopsi.

Sehingga dapat dipastikan kejadian serta waktu tewasnya almarhum hanya bisa disampaikan oleh tim ahli.

Facebook Tribun Jambi
Facebook Tribun Jambi

Vera Simanjuntak, kekasih almarhum Brigadir J memberikan keterangan soal komunikasi dengan almarhum sebelum terjadi penembakan di rumah Ferdy Sambo.

"Jadi semua data yang kita terima ini sifatnya belum pasti, sehingga kita lakukan autopsi untuk mengetahui kapan dan sudah berapa lama dia meninggal dunia," kata Ferdi.

"Jadi saya minta teman-teman menyerap apa yang terjadi atau fakta hari ini, bukan ceritanya dari sana ke sana, tidak," tambahnya.

Masih melansir dari TribunJambi.com, Rumos Hutabarat, kuasa hukum Vera Simanjuntak juga ungkap kalau kliennya ini akui sempat berkomunikasi dengan Brigadir J.

Tak cuma berkomunikasi, Brigadir J ini bahkan sempat curhat ke Vera kalau dirinya ini sedang miliki masalah.

"Ya, ada komunikasi dengan Vera, dan mengatakan bahwa korban sedang ada dalam masalah," kata Ramos, Minggu (24/7/2022).

Sayangnya, Ramos tak sebut secara detail soal permasalahn yang sedang dialami oleh Brigadir J.

Vera pun sempat ungkap sosok Brigadir J sebagai orang yang baik, penyanyang, dan juga sopan.

"Selama saya kenal, dia adalah orang yang baik dan penyayang, sangat sopan sekali," katanya.

Kekasih Brigadir J pun hanya bisa berharap kalau kasus ini bisa segera selesai dan keadilan pun dapat ditegakkan.

Sebelumnya, Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Yosua Hutabarat, sebut Brigadir J dapatkan ancaman pembunuhan ketika sedang berada di Magelang.

Saat itu, Brigadir J ini sedang mengawal atasannya.

Ia juga sebut kalau ancaman terakhir ini pada 7 Juli 2022 atau sehari sebelum Brigadir J ini dinyatakan meninggal dunia.

"Bila naik ke atas akan dihabisi," ucap Kamaruddin menjelaskan soal nada ancaman untuk polisi berusia 27 tahun itu, di Jambi, pada Sabtu (23/7/2022).

Ia pun mengharapkan Tim Cyber dan para ahli dalami ancaman yang diterima oleh Brigadir J.

Tribun Jambi/Facebook/Wartakota
Tribun Jambi/Facebook/Wartakota

Duga pembunuhan, kuasa hukum sebut Brigadir J sempat dapat ancaman

Soal siapa yang mengancam Brigadir J, mengapa diancam dan apa makna bila naik ke atas, kuasa hukum sebut penyidik yang bisa menjelaskan hal tersebut.

Baca Juga: Kejanggalan Tewasnya Brigadir J Makin Kentara, Sosok Misterius yang Ancam sang Ajudan Juni 2022 Lalu Jadi Buronan: Dia Sampai Nangis Saking Takutnya

Editor : Aditya Eriza Fahmi

Baca Lainnya