Suar.ID - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini hingga kini masih jadi sorotan.
Pasalnya, sudah sebulan lebih berlalu kasus yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu ini pun belum juga terungkap.
Untuk diketahui, kedua korban ini diketahui meninggal di rumahnya di Jalan Cagak dalam keadaan ditumpuk dalam bagasi mobil Alphard.
Meski begitu, satu per satu fakta pembunuhan ibu dan anak ini mulai terungkap.
Terbaru, seorang saksi kunci yang bernama Ujang Zahriyang merupakan orang kedua hadir di TKP membantah keterangan Yosef, suami sekaligus ayah korban.
Ujang ini menegaskan kedatangannya ke TKP tak lain atas permintaan Yosef.
Dilansir TribunnewsBogor.com via kanal YouTube Heri Susanto, Ujang ini bercerita mengenai kronologi dirinya datang ke TKP pembunuhan.
Saat itu pada Kamis pagi (18/9/2021), Ujang ini menjalankan pekerjaannya seperti biasa.
Kemudian, saat tiba di lokasi pekerjaannya yang saat itu dekat rumah Tuti, Ujang ini pun langsung mengasuh parangnya.
Ujang pun mengakui kalau ia adalah petugas kebersihan yang sehari-hari bertugas membersihkan rumput dan tanaman di pinggir jalan.
"Pertama-tama Saya mau kerja. Berangkat kerja dari rumah jam 07.05 WIB.
"Sampai ke jalan depan jam 07.15 WIB. Datang ke sana Saya ngasah parang biar tajam.
"Ngasahnya di sebelah timur rumah korban," ungkap Ujang dikutip Jumat (24/9/2021).
Ketika sibuk mengasah parang, Ujang ini pun dikejutkan dengan sosok Yosef.
Dengan terburu-buru, Yosef ini tetiba meminta pada Ujang untuk memeriksa rumahnya.
Pasalnya, kala itu diakui Yosef kalau rumahnya sudah dalam keadaan berantakan.
"Tiba-tiba Pak Yosef datang dari belakang, enggak tahu dari mana datangnya dan kapan datangnya, dia bilang 'Pak Ujang, Pak Ujang, tolong lihat rumah Saya berantakan'. Itu jam 07.30," imbuh Ujang.
Diminta mengecek rumah Tuti, Ujang ini pun langsung lari mengikuti Yosef.
Saat itu, Ujang ini akui tak masuk ke rumah Yosef dan cuma memeriksa bagian depannya saja.
"Pak Yosef lari, otomatis Saya ikutin. Saya masuk ke rumah.
"Saya mah enggak masuk, cuma liat dari luar. Emang berantakan di kursi itu," ungkap Ujang.
Mengecek mobil di samping rumah Tuti, Ujang ini pun terkejut saat melihat darah.
Kekagetan Ujang ini pun makin bertambah ketika ia melihat pintu belakang rumah Tuti.
Ujang pun melihat adanya genangan darah yang banyak di sana.
"Saya lihat ke belakang mobil, ada percikan air.
"Turunan dikit ada darah 'Astaghfirullah ini ada apa'. Kemudian Saya lihat ke belakang, pintu dapur itu terbuka. Lihat ke bawah itu darah banyak sekali," ujar Ujang.
Melihat hal ini, Ujang ini pun spontan melayangkan inisiasi ke Yosef.
Ujang meminta izin pada Yosef untuk memberi tahu Pak RT soal kondisi rumah berantakan penuh darah yang ia lihat.
Saat itu diakui Ujang, yang punya ide untuk melaporkan ke Pak RT ini adalah dirinya bukan Yosef.
"Lalu Saya bilang ke Pak Yosef 'Pak Saya mau lapor ke RT'. Pak Yosef enggak bilang 'Kita bagi tugas'. Enggak bilang gitu sama saya. Cuma bilang 'Iya siap'," ungkap Ujang.
Usai itu, Ujang pun langsung melaporkan ke Pak RT yang sedang dalam perjalanan ke kebun.
Usai melapor, Ujang ini pun kembali ke TKP namun tak masuk ke rumah.
Tak berselang lama, Ujang ini pun meninggalkan TKP dan kembali bekerja.
"Saya pergi ke Pak RT. Jalan ke belakang. Ketemu Pak RT mau ke kebun. Kata Pak RT 'duluan, Saya nanti nyusul, mau ngurus pekerja'. Saya balik lagi ke sana (TKP). Sesudah balik ke sana. Saya enggak berani masuk ke sana. Langsung teman-teman nyusulin. Lalu Pak RT datang, udah Saya kerja lagi," pungkas Ujang.
Dalam ceritanya, Ujang pun membantah pengakuan Yosef ketika datang ke TKP.
Ujang sendiri mendengar dari teman-temannya kalau Yosef akui berinisiai melaporkan ke Pak RT adalah idenya.
Padahal menurut Ujang yang punya ide lapor ke Pak RT ini adalah dirinya bukan Yosef.
Diungkap Ujang kala itu Yosef tak membagi-bagikan tugas apapun padanya.
Ujang pun tak terima saat tahu Yosef ini mengurai pengakuan yang tak benar.
"Saya enggak dengar, Pak Yosefnya juga enggak bicara sama Saya. Cuma (Pak Yosef bilang) 'tolong lihat rumah berantakan'," akui Ujang.
"Katanya ada bagi-bagi tugas. Itu mendengarnya dari mana ?" tanya HeriSusanto.
"Dari teman. Katanya ada suara itu (pengakuan dari pengacara Yosef). Saya agak enggak terima. Katanya gini (menurut pengakuan Yosef) 'Pak Ujang di sini, Saya mau lapor polisi', katanya gitu," ungkap Ujang.