Kisruh Partai Demokrat Semakin Memanas, Marzuki Alie Buka-bukaan Akan Polisikan AHY Dan Jubir Demokrat, Pencemaran Nama Baik

Rabu, 03 Maret 2021 | 18:30
Kompas.com

Mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie dikabarkan akan memolisikan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY karena merasa difitnah terkait kudeta Partai Demokrat.

Suar.ID -Naga-naganya, kisruh di tubuh Partai Demokrat akan semakin meruncing.

Yang terbaru, Mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie dikabarkan akan memolisikan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Marzuki Alie, seperti yang dia sampaikan pada Rabu (3/3) ini, merasa telah difitnah oleh putra kesayangan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY itu.

Kita tahu, belakangan ini isu kudeta Partai Demokrat sedang ramai dibicarakan.

Baca Juga: Genderang Perang Sudah Ditabuh, Sosok Yang Barusan Dipecat Ini Blak-blakan Sebut SBY Tak Berdarah-darah Bangun Partai Demokrat: Ini Menegaskan SBY Bukan Pendiri Partai

Baca Juga: Putus Asa Sejadi-jadinya, Venezuela Sampai Ambil Risiko Pasrahkan Sisa-sisa Emasnya ke Negara yang Presidennya Saja Diculik dan Ditodong Pistol oleh Militer

Isu ini disebut menyeret nama-nama kader senior di partai yang berdiri sejak September 2001 itu.

Termasuk nama Marzuki Alie yang pernah menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat dari 2005 hingga 2010.

"Soal fitnah," kata Marzuki Alie terkait rencana pelaporan itu.

Tak hanya kepada AHY, pelaporang itu juga dia tujukan kepada Kepala Bakomstra atau jubir Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

"(Pelaporan ke) Herzaky dan AHY," ungkap Marzuki.

Walau begitu, sepertinya Marzuki Alie tidak mau terlalu gegabah.

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, itu masih akan berkonsultasi dengan pengacaranya.

Baca Juga: Jokowi Dilaporkan Enggan Membalas Surat dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait Isu Kudeta

Tak hanya melaporkan AHY, Marzuki Alie juga berencana menggugat Partai Demokrat terkait pemecatan atas dirinya.

Dan rupanya Partai Demokrat sudah siap dengan gugatan tersebut.

Kompas.com

Putra Mantan Presiden ke-6 Siap Hadapi Isu Kudeta pada Partai Demokrat, Harta Kekayaan AHY Sukses Bikin Melongo!

Marzuki Alie: SBY pernah sebut Megawati bakal kecolongan dua kali

Sebelumnya, Marzuki Alie siap melakukansumpah mubahalah terkait ceritanya bahwa SBY, saat menjadi capres pada 2004 silam, pernah mengatakan, Megawati Soekarnoputri akan kecolongan dua kali.

Hal tersebut diungkapkan Marzuki merespons cuitan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief, yang menyebut dirinya telah membuat pernyataan hantu alias mengarang cerita.

Marzuki berkata kepada Andi bahwa seluruh perjalanannya bersama SBY bisa dipertanggungjawabkan secara lahir dan batin.

"Pak Andi, perjalanan saya dengan SBY bisa saya pertanggungjawabkan lahir batin, bisa bermubahalah, karena saksi tunggal semuanya sudah meninggal dunia," kata Marzuki lewat akun Twitter miliknya, @marzukialie_MA, Kamis (18/2/2021).

Baca Juga: Geger, Demokrat Mengaku Punya Bukti Moeldoko Ingin Jegal AHY Sebagai Ketua Umum Partai hingga Sebut Ada Peran Jokowi: Kami Bukan Menduga atau Menuduh, tapi Memang Ada Keterlibatan Dia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), mubahalah artinya doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memohon jatuhnya laknat Allah atas siapa yang berbohong.

Marzuki menyampaikan banyak orang yang mengira dirinya masuk ke Partai Demokrat untuk mencari jabatan.

Terkait hal itu, dia menyatakan bahwa saat Partai Demokrat masih dipimpin Subur Budhisantoso pada 2002, ia sudah memberikan izin menggunakan ruang kampus miliknya di Palembang, Sumatera Selatan.

Padahal, Marzuki mengaku belum bergabung dengan Partai Demokrat ketika itu.

"Banyak orang mengira saya cari jabatan di PD, PD 2002 hadir di Palembang Prof Subur BS, pakai ruang kampus saya, sebelum SBY gabung PD," ujarnya.

Baca Juga: Roy Suryo Yakin Video Syur Mirip Gisep Bukan Hasil Rekayasa, Tapi Ada 1 Hal Yang Membuat Politikus Demokrat Menaruh Curiga, Apa Itu?

Tribunnews
Tribunnews

Megawati dan SBY

Di cuitan lainnya, Marzuki menyebut sosok seperti Andi tidak mengetahui sejarah panjang Partai Demokrat.

Menurutnya, sosok seperti Andi baru masuk ke Partai Demokrat setelah SBY selesai menjabat sebagai Presiden RI.

"Mereka kan belum kenal PD, masuk PD setelah SBY selesai menjadi Presiden, mana tahu mereka sejarah panjang membangun PD," katanya.

Luka lama Megawati terhadap SBY yang menjadi rahasia publik jelang pemilu presiden 2004 silam kembali terangkat lagi.

Penyebabnya adalah pernyataan Marzuki dalam sebuah perbincangan yang diunggah akun YouTube Akbar Faizal Uncensored pada 11 Februari lalu.

Dalam perbincangan tersebut, Marzuki menceritakan bahwa sebelum pemilu 2004, SBY pernah mengatakan kepada dirinya bahwa Megawati yang kala itu juga Presiden petahana akan kecolongan dua kali.

"Pak SBY menyampaikan, 'Pak Marzuki saya akan berpasangan dengan Pak JK (Jusuf Kalla), ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini, kecolongan pertama dia (SBY) yang pindah, kecolongan kedua dia (SBY) ambil Pak JK, itu kalimatnya," ujar Marzuki.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto kemudian merespons cerita Marzuki dengan menyatakan itu sebagai bukti bahwa selama ini SBY memang memiliki desain untuk melakukan misi pencitraan.

"Dalam politik kami diajarkan moralitas politik yaitu satunya kata dan perbuatan."

"Apa yang disampaikan oleh Marzuki Alie tersebut menjadi bukti bagaimana hukum moralitas sederhana dalam politik itu tidak terpenuhi dalam sosok Pak SBY," kata Hasto.

Selepas itu, giliran Andi yang angkat bicara, ia menyebut Marzuki telah membuat pernyataan hantu.

Menurut Andi, Marzuki telah mengarang cerita.

"Kenapa hantu, karena Marzuki mengarang bebas."

"Lebih mengejutkan saya, ternyata ada dendam PDIP terhadap SBY karena sebagai menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, dendam Ideologis?" tutur pria yang menjadi stafsus presiden di era Kepresidenan SBY itu.

Andi juga meminta Marzuki tidak memecah belah dan membuat ketegangan antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.

"Lebih baik Pak Marzuki menahan diri dan kembali menjadi manusia Indonesia yang harmoni."

"Jangan menjadi Belanda yang suka memecah belah internal partai, juga jangan membuat ketegangan yang nggak perlu antara PDIP dan Demokrat," kata Andi Arief kepada wartawan, Kamis (18/2/2021), melansir Tribunnews.

Andi menilai Marzuki masih diselimuti kemarahan.

Karena itu, menurut Andi, Marzuki bersikap subjektif terhadap SBY dan Partai Demokrat.

"Kelihatannya Pak Marzuki masih diselimuti rasa marah sehingga subjektif dan membabi buta pada SBY dan Demokrat," ujarnya.

Namun Andi mengaku heran kenapa Marzuki Alie masih marah.

Padahal, ia menilai karir politik Marzuki Alie sudah tinggi karena pernah menjadi Ketua DPR RI.

"Entah apa masalahnya, padahal sudah mencapai capaian tinggi menjadi Sekjen Partai dan Ketua DPR," ujarnya. (tribun network/mam/dod)

Editor : Moh. Habib Asyhad

Baca Lainnya