Pemuda Rudapaksa Mayat Pejual Sayut, Usai Puas Jasadnya Dibuang ke Selokan, Korban Sempat Memohon Sebelum Dihabisi: Jangan, Anak Saya Banyak

Minggu, 14 Februari 2021 | 06:15
Tribun Maker

Tak Hanya Jadi Korban Rudapaksa 7 Temannya, Siswi SMK di Sumatera Utara Terpaksa Tetap Diam Lantaran Video Pemerkosaannya Terancam Disebar, Berikut Fakta-faktanya

Pemuda Hiperseks Rudapaksa Mayat Pejual Sayut, Usai Puas Jasadnya Dibuang ke Selokan, Korban Sempat Memohon Sebelum Dihabisi: Jangan, Anak Saya Banyak

Suar.ID -Seorang wanita pedagang sayur ditemukan tewas di pinggir jalan, di Serang, Banten.

Wanita yang sudah berkeluarga dan memiliki anak itu, Tewas mengenaskan hingga polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Hasilnya, pelaku Pembunuhan kemudian diketahui dan tangkap.

Ternyata pemuda berusia 26 itu, hiperseks alias memiliki kelainan seksual.

Baca Juga: Mobil Boleh Honda Jazz, Tapi Kelakuan 3 Cewek Cantik ini Malah Bikin Tepok Jidat, Terciduk Ngutil di Minimarket Hingga Akhirnya Tertangkap Massa, Begini Nasibnya Kini...

Korban Diketahui Sempat Memohon

Tersangka AR (26) tetap menghabisi nyawa Marsah (43) meski sudah memohon dilepaskan. Wanita pedagang sayur itu sempat memohon jangan dan teriak "Anak Saya Banyak" sebelum dibunuh pelaku.

Pelaku yang diketahui dalam kondisi mabuk tidak menghiraukan permintaan itu dan tetap mencekik Marsah hingga tewas.

Bahkan, pelaku memerkosa mayat korban.

Baca Juga: Sempat Berniat Mesum karena Tergoda Kemolekan Gadis Muda, Pria Ini Tak Jadi Lakukan Pemerkosaan setelah Korban Menawarkan Hal Ini

"Korban sempat berontak dan berteriak, 'jangan, sudah jangan anak saya banyak'," ujar Kapolres Serang Kabupaten AKBP Mariyono kepada wartawan di Mapolres Serang, Banten, Jumat (12/2/2021).

Dari pengakuan pelaku AR, saat kejadian memang dia dalam kondisi mabuk karena sebelumnya sempat pesta miras bersama teman-temannya, sejak Senin (8/2/2021) sore sampai subuh.

Sebelumnya diberitakan, warga digegerkan temuan mayat wanita tergeletak di selokan di Kempung Baru, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa (9/2/2021) pagi.

Temuan mayat Marsah diketahui setelah seorang warga yang melintas di lokasi kejadian, menemukan kendaraan dengan nomor polisi A 5424 EN tak bertuan terparkir di pinggir jalan.

Setelah dicek, warga itu menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di selokan atau saluran sungai kecil.

Baca Juga: Tak hanya Gas Air Mata, Polisi Myanmar Gukanan Senjata Mengerikan Ini untuk Bubarkan para Demonstran yang Menolak Kudeta

Temuan mayat itu dilaporkan ke Polsek Cikande.

Korban ditemukan dengan kondisi luka lebam di bagian leher dan punggung.

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui mayat tersebut adalah Marsah (43), warga Desa Bakung, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Seorang saksi menyebutkan, sekira pukul 04.30 WIB, korban berangkat dari rumah ke Pasar Cikande menggunakan sepeda motor matic.

Lantas, polisi melakukan penyelidikan.

Sandal pelaku tertinggal jadi petunjuk

Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Pendalaman terus dilakukan.

Bermodal sendal pelaku yang tertinggal dan keterangan saksi, akhirnya kasus pembunuhan dan pemerkosaan Marsah di Cikande, Kabupatem Serang, Banten, terungkap.

Sandal pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian menjadi bukti petunjuk petugas untuk mencari si empunya.

Titik terang didapat polisi setelah salah seorang saksi mengetahui ciri-ciri pelaku.

Dari hasil penyelidikan, pelaku pembunuhan mengarah kepada tersangka AR dan langsung dilakukan penangkapan.

"Kita berhasil amankan ditempat persembunyian pelaku," kata Mariyono.

Titik terang didapat polisi setelah salah seorang saksi mengetahui ciri-ciri pelaku.

Dari hasil penyelidikan, pelaku pembunuhan mengarah kepada tersangka AR dan langsung dilakukan penangkapan.

"Kita berhasil amankan ditempat persembunyian pelaku," kata Mariyono.

Dua kaki pelaku ditembak

Dari alat bukti yang ada, termasuk bukti petunjuk sandal, akhirnya polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka AR.

AR ditangkap tim Resmob Polres Serang Kabupaten dan Polsek Cikande di sebuah gubug di Kawasan Langgeng Sahabat, Desa Julang, Kecamatan Cikande atau tidak jauh dari lokasi temuan mayat Marsah pada Kamis (11/2/2021) pukul 11.50 WIB.

Baca Juga: Sudah Lolos Ganjil Genap, Konvoi Moge ini Juga Bebas dari Pos Pemeriksaan Surat Rapid Test di Bogor, Bima Arya Langsung Berang, HDCI Pun Buka Suara: Sampai Hari ini Tak Ada Kegiatan Touring!

"Alhamdulilah dalam kurun waktu 3x24 jam, tepatnya pada Kamis kemarin pukul 11.50 WIB, kami berhasil meringkus pelaku pada saat tidur di rumahnya yang tak jauh dari sana," ujar AKBP Mariyono.

AR dengan luka tembak di dua kakinya hanya terdiam duduk di kursi roda saat polisi merilis kasusnya di Mapolres Serang Kabupaten.

Polisi terpaksa menembak kaki AR karena berusaha kabur saat hendak dilakukan penangkapan dan diberi tembakan tembakan peringatan. AR berusaha kabur setelah mendengar gerakan kedatangan polisi.

"Pelaku sempat kabur ke daerah lain dan kembali lagi ke rumahnya. Pada saat kembali tersebut, kami pun melakukan pengejaran," ujar Mariyono.

Kronologis

Dari pemeriksaan tersangka dan saksi, kasus pembunuhan disertai pemerkosaan ini berawal saat AR pesta minum miras jenis tuak bersama enam temannya pada Senin (8/2/2021) pukul 15.00 WIB hingga pukul 4.00 WIB pagi hari.

Mereka pesta miras di sebuah gubuk di Kampung Kayu Areng, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Serang.

"Dia minum-minum di gubuk sampai mabuk, setelah mereka minum teman-temannya pulang," ujar AKBP Mariyono.

Pesta miras semalam suntuk hingga mabuk belum puas, pada pukul 04.00 WIB, AR bersama rekannya inisial S berencana membeli minuman keras lagi. Sementara, teman-temannya yang lain memilih pulang.

Niat AR tak kesampaian karena warung yang menjual miras sudah tutup. Sehingga pelaku bersama rekannya pulang ke rumah masing-masing.

Namun, di dalam perjalanan pulang, pelaku memutuskan turun dari motor yang dikendarai rekannya karena jalan rusak.

Baca Juga: Bak Petir di Siang Bolong, Nikita Mirzani Tiba-tiba Semprot Dokter Richard Lee: Ni Orang Lama-lama Annoying!

"Temannya itu melanjutkan perjalanan, sedangkan pelaku turun dan lanjut jalan kaki," ujar Mariyono.

Saat berjalan kaki, AR melihat dari kejauhan ada korban yang mengendarai motor Honda Genio nomor polisi A 5424 EN hendak ke pasar belanja sayuran.

Pelaku pun bersembunyi di semak-semak, lalu menyergap korbannya.

"Karena dilokasi jalannya rusak, korban mengendarai motornya pelan-pelan lalu dihadang oleh pelaku," kata Mariyono.

Korban pun jatuh dari motornya, pelaku menyeret ke pinggir jalan lalu mendekap dan mencekik leher korban hingga lima kali.

Memperkosa mayat korban

Saat mengetahui korban tewas pelaku memperkosa jenazahnya hingga puas.

Lalu, pelaku kembali menarik tubuh korban dengan niatan membuang pelaku ke selokan yang merupakan aliran sungai kecil di dekat lokasi.

Editor : Rina Wahyuhidayati

Sumber : Sripoku

Baca Lainnya