Find Us On Social Media :

Malu Sampe ke Ubun-ubun, Blak-blakan Tagih Utang ke 'Ibu Kombes' Lewat Postingan Instagram Malah Berujung Dibui, Ternyata Begini Duduk Perkaranya

Rahma Imanina Hasfi
Rabu, 15 Januari 2020 | 12:45 WIB

Fitriani Manurung disebut Febi Nur Amelia sebagai Ibu Kombes yang punya utang Rp 70 juta kepada dirinya, lalu ditagih melalui Instagram

"SEKETIKA TERINGAT SAMA IBU KOMBES YG BELUM BAYAR HUTANG 70 JUTA TOLONG BGT DONK IBU DIBAYAR HUTANGNYA YG SUDAH BERTAHUN-TAHUN @FITRI_BAKHTIAR. AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR. Nah ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Dibandarjakarta Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang." tulis Febi dalam unggahannya seperti dikutip dari Kompas.com.

Tagihan itu diunggah Febi di akun @feby25052 pada pertengahan Februari 2019.

Febi dituding sudah berkali-kali memposting tagihan tersebut, bahkan dengan kata-kata yang tidak baik.

Perempuan yang disebut-sebut istri anggota Polri berpangkat Kombes yang bertugas di Mabes Polri ini lalu membuat laporan polisi.

"Beliau sudah mencemarkan nama baik saya. Saya malu, nama baik saya sudah tercemar makanya saya laporkan ke pihak yang berwajib," ungkap Fitriani.

Baca Juga: Bak Drama, Co-Founder Sebuah Organisasi Diculik, Disiksa dan Hampir Dibunuh, Dalang Penculikan Orang yang Tak Disangka-sangka

Postingan tersebut rupanya membuat 'ibu kombes' yang mencalonkan diri menjadi wakil wali kota Medan ini merasa malu dan nama baiknya tercemar.

Febi didakwa melanggar Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Melansir dari Kompas.com, saat dikonfirmasi Selasa (14/1/2020), Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan ini membantah dirinya kenal dekat dan punya utang dengan Febi.