Viral Kisah Pramugari Dijadikan 'PSK', Vice Presiden Awak Kabin Garuda Indonesia pun Laporkan Akun Pembuat Cerita ke Polisi

Jumat, 13 Desember 2019 | 15:00
Twitter @digeeembok | kompas

Cuitan akun Twitter @digeeembok

Suar.ID - Menteri BUMN Erick Thohir turut menanggapi persoalan dugaan pejabat Garuda Indonesia yang dituding sebagai germo pramugari.

Sebelumnya, Di tangan Erick Thohir karier moncer Ari Askhara di perusahaan pelat merah langsung terjun bebas.

Pasalnya, Erick yang belum dua bulan menjabat sebagai Menteri BUMN memutuskan mencopot Ari dari posisi Dirut Garuda Indonesia.

Hal itu dilakukan Erick bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Disebut jadi 'Simpanan' Dirut Garuda, Begini Mewahnya Hunian 'Selir' Ari Ashkara: Residence, Bukan Apartemen Apalagi Rusunawa!

Melansir dari Kompas.com, Ari dicopot dari jabatannya karena disebut telah melakukan penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran tahun 1972 serta dua sepeda Brompton.

Akibat perbuatan itu, negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar!

Bahkan, kata Erick, proses penyelundupan itu melibatkan banyak pihak di tubuh Garuda Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir menilai persoalan pejabat Garuda Indonesia yang dituding sebagai germo pramugari, merupakan urusan kepolisian.

Baca Juga: Diduga Oplas Pakai Duit Negara Hingga Dimanjakan Berbagai Jenis Kemewahan Oleh Dirut Garuda, Rupanya Beginilah Penampakan Mewahnya Rumah Selir Arie Askhara ini: Resident Ya, Bukan Apartement Apalagi Rusunawa!

"Kalau amoral seperti itu pasti ada prosesnya nanti, bukan di saya tapi mungkin hukum yang lain, mungkin di kepolisian. Kalau saya lebih ke korporasi," kata Erick di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/12/2019) dikutip dari Tribunnews.

Menurut Erick, Kementerian BUMN kedepannya akan memastikan pencegahan kejadian pelecehan seksual terhadap karyawan wanita di seluruh perusahaan pelat merah.

"Kami akan memastikan (pencegahan) sexual harassment kepada pegawai perempuan di BUMN. Ini harus benar-benar ditingkatkan," paparnya.

"Tidak boleh kaum perempuan itu, mohon maaf dijadikan hal-hal yang tidak baik," sambung Erick.

Menurutnya, perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata, apalagi saat ini sudah banyak perempuan menduduki jabatan yang tinggi seperti menteri maupun direktur utama.

"Sudah seyogyanya kaum wanita ini harus mendapatkan proteksi yang jelas, apalagi dari pimpinan-pimpinan yang tidak baik lah," paparnya.

Diketahui, kicauan akun media sosial twitter anonim @digeeembok berbuntut panjang setelah membuat sebuah thread tentang sisi gelap Garuda.

Akun itu menyebutkan bahwa ada germo yang memaksa pramugari melayani petinggi dan bekerja laiknya PSK.

Baca Juga: Ada Dugaan Pejabat Garuda Germo Pramugari, Begini Respons Erick Thohir: Tidak Boleh Kaum Perempuan Itu Dijadikan Hal yang tidak Baik!

Berikut ini beberapa thread dari akun @digeeembok yang mulai membahas salah satu orang germo di Garuda:

"Bali, November 2019.RONI 'germo' MIRSA meninstruksikan berapa chief pramugari untuk mengirimkan 'pramugari' untuk pertemuan direktur garuda di Bali.BACOT RONI 'germo' MIRSA mengintruksikan 'pramugari terpilih' untuk MENEMANI DIREKTUR SEPEDAAN.

Diutuslah berapa pramugari utk menemani para direktur di Bali.Pagi2 para pramugari yg malang itu beneran temanin sepedaan direktur.Sorenya para pramugari yg malang itu temaninkaraoke direktur.MALAMNYA... Ayyy gak tega ceritanya.Udah paham dah.

Para Pramugari yg malang yg habis 'bertugas' atas perintah RONI 'germo' MIRSA. Esokan harinya cuma dikasih VOUCHER SALON Johnny Andrean.

Ada PRAMUGARI YANG BERANI.DIA MENOLAK "SEPEDAAN DI MALAM HARI"

Apa yg didapat pramugari pemberani itu saat menolak ajakan seks sang direkrur?

Pramugari yg berani menolak ajakan mesum direktur.AKHIRNYA... DIPULANGKAN DGN PESAWAT PALING PAGI menuju JAKARTA. Belom selesai sampai situ.Sang direktur yg kentang.Melaporkan keatasan pramugari tsb MEMPUNYAI INTEGRITAS DAN TANGGUNG JAWAB YANG JELEK

Untung kasus dirut garuda rame.Kalo gak rame, pramugari yg pemberani itu pasti dapat surat grounded atau PHK dari RONI 'germo' MIRSA.Jadi akhirnya pramugari tsb cuma dapet tugas 'rute pahit'."

Baca Juga: Baru saja Bersih-bersih di Garuda, Sosok Ini Disebut Punya Proyek di Perusahaan Plat Merah Itu, Begini Kata Jubir

Tanggapan Roni Eka Mirsa

Vice Presiden (VP) Awak Kabin Garuda Indonesia Roni Eka Mirsa melayangkan laporan ke Polisi perihal tudingan sebagai seorang germo atau lelaki hidung belang di salah satu akun sosial media twitter.

Melansir dari Tribun Wow, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Adi Ferdian Saputra mengatakan, pelaporan tersebut sudah dilayangkan sejak 6 Desember lalu.

"Laporan 6 Desember 2019," ujar dia saat ditemui Kompas.com di Gedung Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (12/11/2019).

Adi mengatakan, Roni sebagai pelapor membuat suat laporan polisi dengan dugaan pencemaran nama baik.

Roni Eka Mirsa melaporkan akun media sosial @digeeembok yang diketahui membuat sebuah tulisan bersambung (thread) di media sosial Twitter.

"Terkait hal tersebut diduga terjadi pencemaran nama baik yang dilaporkan atas nama tersebut dengan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang tahun 2019 mengenai ITE dan 310, 311 KUHP," jelas Adi Saat ini, kasus tersebut pun tengah didalami oleh Satuan Reskrim Polresta Bandara untuk dilakukan Penyelidikan.

Nantinya, jika ditemukan bukti yang cukup maka status akan dinaikkan menjadi penyidikan.

"Makanya kami telah melakukan penyelidikan apakah bisa masuk ke tahap penyidikan atau tidak, jadi kita tunggu saja," pungkasnya.

Adapun latar belakang pelaporan Roni Eka Mirsa, VP Awak Kabin Garuda Indonesia lantaran disebut dalam sebuah utas di media sosial Twitter @digeeembok.

Dalam utas yang memuat hashtag #Dirutgarudakancrut menyebut nama Roni Eka Mirsa sebagai "germo".

Adapun isi cuitan yang dilaporkan Roni bertulis sebagai berikut:

"Gerombolan Ari Akshara, Heri Akhyar dan Roni Eka Mirsa adalah TRIO LENDIR. Roni Eka Morsa aka 'PROVIDER' paham banget manfaatin celah Pramugrari untuk jadi santapan direktur atau setoran ke Pejabat."

Editor : Adrie P. Saputra

Sumber : Twitter, Tribun

Baca Lainnya