Cintanya Tak Terbalaskan, Seorang Siswa SMA Nekat Tusuk Guru Pujaan Hatinya Sendiri, Psikolog: Kalau Dibiarkan Bisa Jadi Penjahat yang Sesungguhnya!

Jumat, 22 November 2019 | 12:00
Freepik

Ilustrasi penusukan oleh suami.

Suar.ID -Beberapa waktu lalu warga Kulonprogo dihebohkan dengan sebuah kasus penusukan seorang guru di rumahnya sendiri.

Sang guru rupanya ditusuk oleh siswanya yang berinisial CB (16) yang bersekolah di SMA di Lendah, Kulonprogo.

Kini sang guru yang berinisial (WP) 34 sedang kritis di rumah sakit.

Dilansir Tribun Jogja, insiden mengerikan ini terjadi di rumah korban yang berada di Poncosari, Srandakan, Bantul pada Rabu (20/11) malam.

Baca Juga: Walah ternyata bukan sosok sembarangan toh, cucu yang tendang kakeknya hingga terjengkang itu ternyata Youtuber dengan 11 ribu subscriber, enggak malu sama followermu?

Kapolsek Srandakan yang bernama Kompol B. Muryanto sendiri mengatakan bahwa tersangka berhasil ditangkap beberapa jam usai kejadian.

Muryanto juga mengungkapkan bahwa berdasar hasil pemeriksaan pada Kamis (21/11) pagi, insiden penusukan ini dilatarbelakangi oleh masalah percintaan.

"Pelaku bilang kalau dia sayang, cinta, sama Bu Guru. Tapi, cintanya ini kan tidak pernah direspon ya, karena korban sudah punya suami."

"Untuk motif lain, belum bisa kita sampaikan, karena masih dalam proses pendalaman," katanya, seusai olah TKP.

Baca Juga: Hedon Membawa Petaka! Sosok Pengayom Masyarakat Ini akan Dijatuhi Sanksi apabila Ketahuan Memamerkan Gaya Hidup Mewah, Rupanya Ini Alasannya

Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan

Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto, menunjukkan TKP kasus penusukan yang masih terdapat berkas darah di rumah korban, di Srandakan, Bantul, Kamis (21/11/2019).

Ia juga menjelaskan bahwa kejadian penusukan ini terjadi pada sekitar jam 21.00 WIB.

Saat itu korban sedang bersantai di dalam kamarnya.

Kemudian tiba-tiba sajapelaku datang dan menerobos masuk ke dalam kamar sembari menghunuskan sebilah pisau.

Pelaku pun langsung menusuk perut korban.

Korban pun langsung berteriak kesakitan, sedangkan pelaku langsung kabur dari TKP.

Baca Juga: Seorang Wanita Curhat Diusir dari Rumah oleh Suaminya Gara-gara Ketagihan Drama Korea, Netizen Malah Emosi setelah Tahu Kelakuan Wanita Ini!

Mendengar menantunya berteriak kesakitan, mertua korban yang juga menjadi saksi kejadian tersebut pun segera memberikan pertolongan pertama.

WP pun segera dilarikan ke RS UII Pandak, Bantul.

"Namun, karena luka yang diderita ternyata sangat serius ya, korban kemudian langsung dirujuk ke RSUP Sardjito, Sleman," tandas Kapolsek.

Meski sempat melarikan diri, pelaku untungnya dapat segera diamankan oleh pihak kepolisian.

Ini dikarenakan handphone dan pisau yang digunakan untuk menusuk WP masih tertinggal di tempat kejadian sehingga membuatnya mudah di lacak.

Baca Juga: Jutaan Orang Bahkan Tidak Menyadari Bahwa Sosok Trader Budi Setiawan Hanyalah Karakter, Inilah Profesinya yang Sesungguhnya!

Ia pun diamankan di kediamannya di Lendah, Kulonprogo.

"Penjemputan tersangka berasal dari handphone yang tertinggal."

"Kita ketahui, ternyata berdomisili di Lendah dan langsung kita bawa menuju PolsekSrandakanya."

"Sementara kasusnya masuk penganiayaan, yang diatur dalam Pasal 351 KUHP," katanya.

"Tapi, karena umur pelaku ini masih 16 tahun, maka kita limpahkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) PolresBantul."

Baca Juga: BERITA TERPOPULER: Raul Lemos Ternyata Sempat Keberatan Soal Warisan yang Disiapkan Anang hingga Raut Wajah Istri Anang Hermansyah yang Terkena Autoimun

"Jadi, dapat dipastikan, prosesnya tetap berjalan terus, sembari menunggu perintah dari Pak Kapolres," lanjut Muryanto.

Kakak korban sendiri yang bernama Gurfron Ahmad mengatakan bahwa WP telah menjalani operasi untuk proses penyembuhan luka yang cukup serius di bagian perutnya.

Meski keadaan WP sempat mengalami kritis, namun Gufron berharap adiknya ini bisa segera pulih usai mendapat penaganan medis.

"Semoga kasus yang menimpa adik ipar saya ini bisa ditangani dengan sebaik-baiknya.

"Apalagi, pelaku kan sudah ditangkap juga. Jadi, kami dari pihak keluarga menyerahkan penanganan sepenuhnya pada yang berwajib," pungkasnya.

Baca Juga: Kalau Tak Ada 2 Tokoh Ini, Eksistensi Indonesia Bisa Terancam! Inilah 2 Sosok yang Pernah Menjadi Presiden Indonesia, Tapi Namanya Tak Tercatat dalam Sejarah

Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menyampaikan bahwa pada Kamis (21/11) sekitar pukul 3.00 WIB, korban datang dengan luka yang parah.

"Lukanya dibagian abdomen atau perut, pendarahannya cukup hebat."

"Diperkirakan korban kehilangan darah hingga 3000 cc," katanya.

Melihat kondisi tersebut, dokter pun segera mengambil tindakan operasi dengan segera menutup luka pada korban.

"Saat ini kondisi korban sudah mulai membaik, sudah mulai bisa berkomunikasi," katanya.

Baca Juga: Hedon Membawa Petaka! Sosok Pengayom Masyarakat Ini akan Dijatuhi Sanksi apabila Ketahuan Memamerkan Gaya Hidup Mewah, Rupanya Ini Alasannya

Namun menurut keterangan yang diberikan Banu, saat ini korban masih dalam perawatan intensif oleh tim dokter RSUP Dr Sardjito.

Korban dan juga keluarga korban saat ini masih tidak mau untuk ditemui.

"Kondisi mereka masih shock dengan kejadian yang dialami WP," pungkasnya.

Kata Pakar

tribunjogja
tribunjogja

Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph. D - Psikolog UGM

Menurut Prof Koentjoro Psikolog UGM mengatakan bahwa biasanya kasus ini terjadi pada orang yang pendiam.

Karena semua orang yang pendiam biasanya memedam semua masalah yang dihadapinya hingga membuat berkecamuk dalam dirinya.

Baca Juga: Datang ke Kondangan, Wanita Ini Kaget Bukan Kepalang saat Tahu Mempelai Prianya Sama Persis dengan Pria yang Menghamilinya

Nantiknya ketika hal tersebut mencapai puncak maka orang ini nantinya bisa melakukan segala cara.

"Rasa senang itu digambarkan di hati terus hingga akhirnya pada puncaknya."

"Yang perlu didata adalah apakah dia pernah mengungkapkan rasa cintanya, bagaimana mengungkap rasa cinta dan bagaimana dia ditolak."

"Apakah ditolak membuat dia sakit hati. Ini yang menjadi masalah," terangnya saat dimintai tanggapan terkait kasus penusukan siswa SMA terhadap gurunya sendiri karena permasalahan cinta tak berbalas.

Menurut Koentjoro, siswa yang melakukan penusukan terhadap gurunya ini memiliki kelainan, di mana ia bisa merencanakan dan melakukannya seorang diri.

Baca Juga: Viral Video Para Pemotor Nekat Masuk Jalur Busway Demi Hindari Razia Polisi, Netizen Dukung Tindakan yang Dilakukan Supir Transjakarta: Biar Nggak Tuman!

Ia juga mengatakan kita siswa ini dibiarkan dan tidak mendapat penanganan maka ia bisa menjadi penjahat yang sesungguhnya.

"Tapi kalau saya melihat anak ini ada kelainan, dari mana saya melihat, dia semuanya merencanakan seorang diri."

"Kemudian setelah itu tanya ada apa. Tapi dia teledor pisau dan hp-nya masih ada di tempat kejadian, itu yang membuat cepat terlacak."

"Ini tapi calon, kalau dia terlatih bisa jadi profesional, karena dia sudah bisa berpura-pura seperti itu," ungkapnya.

Baca Juga: Kakek 74 Tahun Ini Benar-benar Menyesal Nikahi Gadis 21 Tahun, Apalagi Setelah Lakukan Hal Jahat Ini dengan Sugar Daddy Lainnya

Editor : Adrie P. Saputra

Sumber : Tribun Jogja

Baca Lainnya