Memberikan Informasi Unik dan Hiburan - Suar.id

BERITA TERPOPULER: Identitas Penyewa PA hingga Nasib Memprihatinkan Santri yang Pernah 'Ramal' Prabowo Jadi Menteri

Senin, 28 Oktober 2019 | 08:30
Grid Networks BERITA TERPOPULER: Identitas Penyewa PA hingga Nasib Memprihatinkan Santri yang Pernah 'Ramal' Prabowo Jadi Menteri
Kolase Tangkap layar Youtube dan TribunJatim.com

BERITA TERPOPULER: Identitas Penyewa PA hingga Nasib Memprihatinkan Santri yang Pernah 'Ramal' Prabowo Jadi Menteri

Suar.ID -Berita terpopuler Suar.ID edisi Minggu 27 Oktober 2019.

Identitas penyewa PA yang sanggup bayar belasan juta hingga nasib memprihatinkan santri yang dulu 'ramal' Prabowo jadi menteri.

Mampu Keluarkan Dana Belasan Juta Demi 'Sewa' PA, Ternyata Ini Pekerjaan Sosok yang Digerebek Bareng Publik Figur Itu di Hotel Batu Malang

Grid Networks Perempuan yang diduga publik figur populer saat dibawa ke Ditreskrimum Polda Jatim atas kasus prostitusi online di sebuah hotel di Batu, Jumat (25/10/2019).
Youtube Luhur Pampam

Perempuan yang diduga publik figur populer saat dibawa ke Ditreskrimum Polda Jatim atas kasus prostitusi online di sebuah hotel di Batu, Jumat (25/10/2019).

Baca Juga: Pengakuan Luna Maya Soal Ariel NOAH, Tak Mudah untuk Bisa Memaafkan Sang Mantan, Ini Jawabannya saat Ditanya Soal Balikan

Kasus prostitusi online yang melibatkan publik figur kembali menghebohkan masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, kita dihebohkan dengan kasus artis Vanessa Angel yang diamankan saat berada di sebuah hotel di Surabaya.

Kini giliran PA yang disebut-sebut merupakan finalis ajang Putri Pariwisata Indonesia.

Wanita berusia 23 tahun ini ditangkap saat berada di kamar hotel di wilayah Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Baca Juga: Sempat Dipisahkan dengan Sang Bunda, El Rumi Nostalgia Terakhir Kali Diantar Maia Estianty ke Sekolah: 'Kita Misah, Sekarang Bareng Lagi

Usai diamankan dan diperiksa oleh Tim Jatanras Polda Jatim, PA kemudian menyampaikan klarifikasinya.

Didampingi Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, PA menegaskan bahwa dirinya keberatan bila namanya disangkut pautkan dengan ajang pencarian bakat Putri Pariwisata.

Namun, PA mengakui bahwa dirinya sempat tergabung dan menjadi bagian dari ajang tersebut.

PA pun sempat menyampaikan permohonan maafnya dan menyesali perbuatannya.

"Saya mohon maaf dan apapun yang terjadi ini merupakan pelajaran yang sangat besar untuk saya," katanya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, PA akan dipulangkan ke kediamannya di Jakarta.

"Ya langsung kami perbolehkan pulang setelah diperiksa sejak kemarin," katanya.

Orangtua atau pihak keluarga PA sudah menunggu, rencananya PA akan kembali ke Jakarta.

Sebelumnya, PA datang ke Kota Batu, Malang, pada hari yang sama dengan peristiwa penangkapan yang terjadi padanya.

Ia didatangkan dari Jakarta melalui mucikari prostitusi online, berinisial J (51).

Datang dari Jakarta, PA dijemput di bandara oleh mucikari J dan seorang sopir sewaan.

Setelah dari bandara, PA langsung menuju ke hotel untuk check in.

Baca Juga: Sempat Dipisahkan dengan Sang Bunda, El Rumi Nostalgia Terakhir Kali Diantar Maia Estianty ke Sekolah: 'Kita Misah, Sekarang Bareng Lagi

Tidak disebutkan hotel mana yang digunakan untuk PA berhubungan badan dengan pria yang menggunakan jasanya.

Pada pukul 19.00 WIB, polisi menggerebek PA dan pria itu di kamar hotel.

Dikutip dari Tribunnews, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, mengungkapkan jika dana untuk mendatangkan PA ke Kota Batu Malang yaitu sebesar Rp 13 Juta.

"Iya, jadi ada bukti dana transaksi Rp 13 Juta yang ditransfer terduga YW ke si J ini. Mucikari J baru tersangka," jelasnya, Minggu (27/10/2019).

Kombes Barung menyebut aliran itu merupakan uang Down Payment (DP).

"Jadi aliran dana bukti transaksi elektronik ke PA ini adalah DP. Pelaku PA sudah ada di Polda Jatim untuk diperiksa," lanjutnya.

Baca Juga: Anang Hermansyah Mengaku 'Keharmonisan Hubungannya' dengan Sang Istri Terganggu Setelah Miliki Anak, Ashanty: 'Ya, Kalau Lu Mau Tiap Hari Ya Iya'

"Kalau uan g mukanya Rp 13 juta, pengalaman (kasus serupa) yang sudah-sudah, bayarannya berarti di atas empat puluh juta," ungkap Barung.

Lalu, siapa sosok 'penyewa' yang mendatangkan PA ke Kota Batu Malang dengan mengeluarkan uang belasan juta itu?

Ternyata dia adalah pria berinisial YW. Ia berprofesi sebagai seorang pengusaha.

Dikutip dari Tribun Timur, sosok 'penyewa' PA adalah seorang pengusaha kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) asal Bekasi.

Ia ditangkap di sebuah kamar hotel di Kota Batu Malang bersama PA.

Kemudian, mucikari J ditangkap di kamar lain.

Mucikari J inilah yang akhirnya J ditetapkan menjadi tersangka.

Tersangka J ditetapkan karena melanggar pasal menyediakan dan atau memudahkan perbuatan pencabulan dengan orang lain.

Dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan, dalam pasal 296 KUHP dan atau didalam pasal 506 KUHP.

"Yang bersangkutan mucikari J diancam dengan pidana maksimalnya satu tahun empat bulan penjara," tambah Barung.

Baca Juga: Jauh-jauh Datang ke Bandung Demi Hadiri Acara Lamaran Rezky Aditya dan Citra Kirana, Begini Penampilan Nia Ramadhani di Hari Bersejarah Sang Sahabat!

Masih Ingat Santri yang Pernah 'Ramal' Prabowo Jadi Menteri? Kini Dirinya Dikabarkan Keluar dari Pesantren dan Nasibnya Memprihatinkan

Kolase Tangkap layar Youtube
Kolase Tangkap layar Youtube

Begini nasib santri asal Pekalongan yang pernah 'ramal' Prabowo Subianto sebagai menteri Jokowi

Tentu kita masih ingat dan terkenang dengan sosok santri yang satu ini.

Dirinya menjadi viral dan terkenal setelah videonya yang menyebut Megawati Soekarnoputri, Ahok, dan Prabowo Subianto adalah menteri Presiden Jokowi tersebar di media sosial 3 tahun silam.

Ucapan Muhammad Askal Fikri (20) pemuda asal Kuripan Lor Gang 23, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan tersebut ternyata kini jadi kenyataan.

Baca Juga: Nikita Mirzani NgakuAnak Direktur di Salah Satu BUMN,Sajad Ukra Beberkan Fakta Mengejutkan tentang Mantan Mertuanya

Tiga tahun silam, Fikri mendapatkan hadiah dari Presiden Jokowi setelah menyebutkan 3 nama menteri.

Namun saat itu, Fikri yang tengah menuntut ilmu di Pondok Pesantren API Tegal Rejo Malang menyebut Megawati Soekarnoputri, Ahok, dan Prabowo Subianto sebagai menteri.

Walau jawaban yang diberikan Fikri salah, Presiden Jokowi tetap memberikan hadiah sepeda.

Dua tahun berlalu, tak disangka ucapan Fikri yang spontan dikatakan itu menjadi kenyataan.

Diketahui, Prabowo Subianto sudah resmi menjadi Menteri Pertahanan sejak Rabu (23/10/2019).

Fikri mengakui saat itu dirinya hanya spontan menjawab.

"Saya hanya spontan menjawab karena grogi, aslinya saya tidak tahu jabatan mereka. Karena waktu di pondok saya tidak pernah menonton televisi," ujarnya melansir dari Tribunjateng.com, Jumat (25/10/2019) siang.

Baca Juga: Tak Tinggal Diam Saat Tahu Orangtuanya Bercerai, Aurel Hermansyah Sampai Datangi Ayahnya dan Lakukan Hal Ini Meski Usianya Masih Belia

Sebuah video juga memperlihatkan kala Fikri melihat dirinya sendiri 3 tahun lalu.

Ia mengaku masih malu saat mengingat momen pertemuannya dengan Presiden Jokowi.

"Malu sebenarnya, tapi saya mengambil hikmah dari pertemuan itu. Bagi saya yang terpenting berani dulu untuk maju, karena banyak santri tak berani maju saat Presiden meminta sejumlah santri untuk menjawab pertanyaan," paparnya.

Kini, Fikri tak lagi menuntut ilmu di pondok pesantren karena terkendala ekonomi keluarga.

Baca Juga: Dikabarkan Digerebek di Kamar sedang Berhubungan Badan, Pihak Hotel Justru Sebut PA Diciduk di Lokasi Lain: 'di Dalam Mobil, Satu Cewek, Satu Cowok'

Fikri membantu menyokong kebutuhan keluarga dengan bekerja di tempat pembuatan kain tenun.

Meski sudah tak menjadi santri di ponpes tersebut, Fikri terus belajar.

Dalam video tampak ada lemari dengan beberapa buku yang berjajar.

Selain itu di akhir video, Fikri membaca dan melantunkan ayat suci.

Terdengar Fikri sangat lancar saat membaca kitab tersebut.

Selain menceritakan niatannya mendapatkan sepeda, hal unik lainnya diterangkan oleh Fikri.

"Waktu itu saya sengaja menarik perhatian Presiden.

Jika santri lainya hanya mengacungkan jari, saya sambil bergoyang agar Jokowi memanggil saya," jelasnya.

Cara tersebut dikatakan Fikri ampuh, untuk menarik perhatian Jokowi dan memintanya maju ke mimbar.

"Ya kalau hanya mengacung pasti tidak akan dipanggil, maka dari itu saya sambil bergoyang," imbuhnya.

Siapa sangka di balik keceriannya saat bersama Presiden Jokowi, kehidupan Fikri menyimpan duka.

Pasalnya Fikri tak pernah bertemu sang ibu sejak kecil.

Kondisi ekonomi keluarga yang tak baik membuat Fikri ikut membantu dengan bekerja.

Diceritakan oleh Timbul Jaya (70), nenek Fikri, sejak kecil Fikri sudah diurus oleh dirinya.

Bahkan saat berada di pesantren, neneknya lah yang mencukupi kebutuhan Fikri.

Sejak kecil, Fikri sudah ditinggal oleh sang ibu dan tinggal bersama neneknya.

"Sejak kecil Fikri sudah ditinggal oleh ibunya, sebenarnya ia rindu sosok ibunya," jelasnya kepada Tribunjateng.com di rumahnya, Jumat (25/10/2019) siang.

Baca Juga: Kepala Satpol PP Semarang Buka Suara Soal Penangkapan Andika Eks Kangen Band: 'Koyo Gembel Tenan Iku'

Tangkap layar YouTube Tribun Jateng
Tangkap layar YouTube Tribun Jateng

Muhammad Askal Fikri pemuda asal Pekalongan yang pernah 'ramal' Prabowo Subianto sebagai menteri Jokowi kini dikabarkan keluar dari pesantren

Dilanjutkan Timbul, perceraian membuat ibunya meninggalkan Fikri dan keluarga.

"Sejak kecil ia tak merasakan perhatian ibunya, sebenarnya ibunya warga Kota Pekalongan, namanya Eni Robiyanti. Meski Fikri terlihat tegar, sebenarnya ia ingin sekali bertemu dengan ibunya," jelasnya.

Sementara itu ayah Fikri, Ali Murdi (45) menerangkan Fikri memilih tak melanjutkan menuntut ilmu di Ponpes satu tahun lalu.

"Melihat kondisi perekonomian keluarga, ia memutuskan untuk keluar dari Ponpes dan bekerja," ucapnya.

Menurut Ali, Fikri sosok anak baik dan bertanggung jawab, tak jarang ia berbagi ilmu ke teman-temannya.

"Kalau sore ia mengajar ngaji teman-temannya di rumah, ia anak baik dan bertanggung jawab terhadap keluarahan," kata Ali.

Fikri mengatakan sangat ingin dapat lulus di pondok pesantren tersebut.

Namun karena kondisi ekonomi keluarga, Fikri memilih keluar dari ponpes dan membantu keuangan keluarga.

"Sebenarnya saya punya cita-cita bisa lulus dari Ponpes, tapi melihat kondisi keluarga saya tidak bisa hanya diam. Saya memutuskan untuk keluar dan bekerja membantu keluarga," tambahnya. (Siti Nawiroh)

Baca Juga: Fakta Terbaru! Segini Tarif Sekali Kencan Eks Finalis Putri Pariwisata yang Terjerat Kasus Prostitusi di Batu Malang, Sama dengan Vanessa Angel?

Tag

Editor : Rina Wahyuhidayati

Sumber Suar.ID