Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Menangis dan Meminta untuk Tidak Dibunuh, Pelaku Bantah Perkosa Korban

Sabtu, 30 Maret 2019 | 11:50
Kolase Suar

kasus pembunuhan calon pendeta.

Suar.ID - Nang (20) dan Hendri (18), pelaku dugaan pemerkosaan dan pembunuhan Melinda Zidemi yang merupakan calon pendeta telah diciduk di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (28/3/2019).

Pelaku berpura-pura mencari mayat korban agar aksi kejinya tidak dicurigai oleh warga sekitar maupun pihak berwajib.

Nang dan Hendri, yang tinggal satu mes, akhirnya mulai mengatur rencana "menghilangkan jejak" agar tidak dicurigai warga sekitar.

Keduanya berkumpul dekat rumah korban dan ikut melakukan pencarian bersama warga saat Melinda Zidemi dilaporkan diculik oleh seorang anak yang saat itu bersama dengan Melinda.

Baca Juga : Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Calon Pendeta Akhirnya Terancam Hukuman Mati

Anak itu awalnya terikat dan dibuang di perkebunan kelapa sawit, namun berhasil meloloskan diri dan meinta pertolongan.

Saat disuruh berkumpul, Nang dan Hendri waktu itu tidur pulas dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Kemudian, pada dini hari, Selasa (26/03/2019), pukul 04.30 WIB, mes di PT PSM Sungai Baung, dibuat geger setelah jenazah Melinda Zidemi ditemukan.

Polisi berusaha keras mencari jejak pelaku, termasuk menggunakan anjing pelacak.

Baca Juga : Sosok Tunangan Melinda Zidemi Calon Pendeta yang Dibunuh Secara Tragis, 3 Bulan Lagi Mereka Akan Menikah

Pada Kamis (28/03/2019), dua orang pelaku ditangkap di Desa Air Sugihn oleh Tim Gabungan Polres OKI dan Polda Sumatera Selatan.

Kedua pelaku kini terancam hukuman mati.

"Pelaku terancam Pasal 338 dan 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ancamannya hukuman mati," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain saat rilis di depan Polda Sumsel, Jumat (29/3/2019) kepada detik.com.

Khusus untuk Pasal 340 KUHP, Kapolda menyebut keputusan memang berada di tangan jaksa dan hakim.

Tetapi penyidik akan mengumpulkan barang bukti bila terbukti ada perencanaan.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun @palembang_bedesau, salah satu pelaku yang bernama Nang menceritakan bahwa aksi pembunuhannya ia lakukan karena topeng milik temannya lepas.

Mereka kemudian menceritakan bahwa Melinda telah mereka telanjangi sebelum dibunuh.

Melinda mengatakan kepada mereka bahwa dia sedang datang bulan, sambil menangis, dia juga meminta agar dirinya tidak dibunuh.

Baca Juga : Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Calon Pendeta Tunjukkan Barang Bukti Berupa Celana Dalam Korban

Nang juga mengatakan bahwa Melinda minta tolong sebelum akhirnya mereka bunuh.

Berikut video pengakuan salah satu pelaku:

Pada konferensi pers yang digelar Jumat (29/3/2019), kedua pelaku juga mengaku tak memperkosa Melinda Zidemi.

Pelaku mengakui jika mereka memiliki niat untuk memerkosa Melinda Zidemi.

Namun, korban mengaku sedang haid sehingga urung melakukan aksinya tersebut.

"Kami tidak perkosa dia,"ucap Nang singkat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolsa Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Kapolda menegaskan bahwa korban, Melinda Zidemi, tidak mengalami perkosaan.

Hal diperkuat dari pemeriksaan otopsi dan pengakuan tersangka.

Namun, pelaku melakukan pencabulan terhadap korban.

"Melalui pemeriksaan otopsi ditemukan bahwa tidak ada persetubuhan. Tersangka memang melakukan pencabulan dengan memasukkan tangannya ke (maaf) alat vital korban," katanya dikutip dari Tribunnews.com.(Adrie P. Saputra/Suar.ID)

Editor : Adrie P. Saputra

Sumber : Instagram

Baca Lainnya