Andi Arief Positif Gunakan Narkoba Jenis Sabu, Waketum DPP Gerindra Malah Salahkan Pemerintahan Joko Widodo

Senin, 04 Maret 2019 | 17:16
IST

Andi Arief ditangkap polisi, diduga menggunakan narkoba di sebuah hotel di Jakarta Barat.

Suar.ID - Wakil sekretaris jenderal Partai Demokrat, Andi Arief ditangkap oleh pihak kepolisian ditangkap tim kepolisian di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat terkait kasus narkoba.

Andi ditangkap oleh tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareksrim Polri pada Senin (4/3/2019).

Penangkapan Andi juga telah dibenarkan oleh Kabareskrim Polri Komjen Idham Aziz.

"Iya benar," kata Komjen Idham Aziz pada awak media terkait penangkapan Andi.

Baca Juga : 5 Fakta Penangkapan Andi Arief yang Diduga Menggunakan Narkoba: Ada Kondom Juga di Kamar Hotelnya

Informasi yang didapat Tribunnews menyebutkan, pada hari Minggu, 3 Maret 2019 telah diamankan seorang pria yang diduga politikus Partai Demokrat an Andi Arief bersama dengan seorang wanita oleh Tim NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

Andi diduga baru menggunakan shabu yang sesaat sebelum penggerebakan sabu beserta bong dibuang di kloset.

Penangkapan Andi Arief terkait kasus narkoba memang sangat mengejutkan bagi semua pihak.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari juga mengungkapkan rasa kagetnya.

Baca Juga : Dua Gadis Kecil yang Hilang di Hutan Ditemukan Masih Bernyawa Berkat Pelatihan Bertahan Hidup

"Kita semua kaget dengan berita ini. Seperti petir di siang bolong," kata Imelda dikutip dari Kompas.com, Senin (4/3/2019).

Imelda mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari tahu kebenaran masalah ini dan Partai Demokrat ingin bisa bertemu langsung dengan Andi Arief.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono malah mengatakan ini semua dampak dari kegagalan pemerintah Joko Widodo.

Istimewa

barang bukti yang disita dari kamar Andi Arief

Baca Juga : BREAKING NEWS! Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief Ditangkap Diduga karena Narkoba

"Andi Arief cuma jadi korban kegagalan pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia," Arief kepada Tribun, Senin (4/3/2019).

Dirinya menuding, peredaran narkoba semakin banyak saat Joko Widodo memimpin.

"Dan peredaran Narkoba sendiri bukannya makin menurun malah makin banyak di era Joko Widodo, dan semakin mengancam generasi muda Indonesia," katanya.

Arief mengaku yakin, Andi Arief adalah korban dalam kasus yang menjeratnya.

"Yang Pasti Andi Arief itu korban dan mungkin pengkomsumsi narkoba. Maka Andi Arief harus segera di rehabilitasi saja di Rumah Rehabilitasi Ketergantungan Narkoba milik negara," katanya.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, kasus Andi Arief tidak perlu dipolitisasi.

"Tidak perlu dipolitisasi karena itu bukan cara untuk menyembuhkan Andi Arief yang merupakan korban dari ketergantungan narkoba," katanya.

Menurut informasi yang didapat tim Tribunnews.com, saat ini Andi Arief masih menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal mengungkapkan polisi sudah melakukan tes urine terhadap Andi Arief.

Hasilnya, Andi diketahui positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

"Kami sudah melakukan tes urine, terhadap Saudara AA dan positif mengandung metamphetamine atau jenis narkoba yang biasa disebut sabu," ujar Iqbal dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (4/3/2019).

Iqbal mengungkapkan polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk alat-alat untuk mengkonsumsi narkoba.

Namun, barang bukti narkoba yang diduga dikonsumsi Andi Arief tidak ditemukan di lokasi.

Baca Juga : Rahmad, Si Anak Tukang Ojek Itu Jadi Lulusan Terbaik Sekolah Polisi Negara Polda Metro

Editor : Aulia Dian Permata

Sumber : Kompas.com, Tribunnews.com

Baca Lainnya