Film A Man Called Ahok Tak Bermuatan Politik, Justru Bercerita Hubungan Haru antara Ayah dan Anak

Selasa, 06 November 2018 | 17:00
Tribunnews

film A Man Called Ahok

Suar.ID -FilmA Man Called Ahoktinggal menghitung hari untuk tayang di bioskop-bioskop Indonesia.

Diadaptasi dari buku berjudul serupaA Man Called Ahokkarya Rudi Valinka, film ini akan berpusar pada nilai yang terkandung dalam sebuah keluarga.

Banyak yang mengira kalau film ini bercerita tentang karir politik Ahok saat menjabat sebagai Wakil Gubernur hingga Gubernur DKI Jakarta.

Namun anggapan itu salah. Film ini lebih menyoroti hubungan antara Ahok dan ayahnya. Sebuah hubungan ayah dan anak yang tak banyak diangkat menjadi film.

Disutradarai oleh Putrama Tuta, film ini di awali dari kisah Ahok sewaktu kecil yang diperankan oleh Eric Febrian.

Di masa-masa peralihan dari SMP ke SMA ini, Ahok diperlihatkan pada sosok ayahnya, Kim Nam sewaktu muda (diperankan oleh Denny Sumargo) yang memiliki rasa empati tinggi terhadap sesamanya.

Kim Nam adalah seorang pengusaha tambang di Belitung.

Hidupnya bersama sang istri, Buniarti, juga kelima anaknya dinilai berkecukupan hingga suatu saat bisnis ayahnya harus mengalami masa sulit.

Melihat itu, Ahok tergerak untuk melanjutkan bisnis sang ayah. Namun cobaan datang dari oknum yang ingin menjatuhkannya.

Terlebih situasi buruk lainnya datang menimpa keluarga Ahok.

Ahok yang masih dalam proses perjuangan bertekad lebih keras lagi untuk melanjutkan misinya demi keinginan manusiawi yang selalu diajarkan sang ayah sedari kecil.

Film yang tayang pada 8 November 2018 ini akan membahas mengenai kehidupan Ahok semasa ia berada di Belitung dan belum terjun ke dunia politik di Jakarta.

Film drama ini dikemas dengan gagasan kemanusiaan dan perjuangan seorang anak yang menjadi pria dewasa berkat sosok didikan sang ayah.

tangkapan layar trailer film A Man Called Ahok

Daniel Mananta memerankan Ahok

Tatu sendiri dari dulu memang mendambakan membuat film seperti ini, film yang bertujuan menggerakkan generasi muda agar bisa tumbuh menjadi sosok yang mampu mambuat perubahan.

“Saya pengen banget dari dulu buat film seperti ini supaya saya bisa share ke banyak orang terutama ya kembali lagi generasi masa depan supaya memang mereka bisa tumbuh menjadi orang-orang yang mampu membuat perubahan,” ujarnya saat berada di press screening filmA Man Called AhokSenin, (05/11) di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.

Film A Man Called Ahok ini banyak ditunggu oleh para pendukung Ahok yang merindukan sosoknya. (Yashinta Mulya Sari)

Editor : Aulia Dian Permata

Sumber : Nova

Baca Lainnya