Suar.ID - Satu per satu harta Doni Salmanan kini mulai disita polisi.
Hal ini imbas ditetapkannya suami Dinan Fajrina sebagai tersangka kasus penipuan binary option Quotex.
Mulai dari mobil, motor, hingga rumah mewah Doni Salmanan ini pun kini disita polisi.
Rumah mewahnya disita polisi, Dinan Fajrina pun terpaksa angkat kaki dan numpang hidup di rumah ini.
Dilansir Wartakotalive.com, Dinan Fajrina rupanya kini terpaksa numpang hidup di rumah orangtuanya.
Imbas pindahan ke rumah orangtuanya ini, Dinan Fajrina pun tak bisa menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri soal kasus yang menjerat suaminya, Doni Salmanan pada Senin (14/3/2022) kemarin.
Pengacara Doni Salmanan, Ikbar Firdaus pun mengatakan kalau kliennya ini sedang kelelahan gegara 2 hari melakukan pindahan.
Kini Dinan pun harus meninggalkan rumah mewah seharga Rp14 miliar dan segala isinya di kawasan Bandung, Jawa Barat karena disita Polisi.
"Kecapekan inshaAllah Selasa sudah hadir, hari ini bener-bener kecapekan,"kata Ikbar Fidaus.
"Karena kan hampir dua malam angkut-angkut barang beres-beres juga makanya dia mungkin kelelahan untuk hari ini,"ujar Ikbar.
Ikbar pun tuturkan kalau saat ini Dinan sudah siap ke Jakarta untuk jalani pemeriksaan.
"Alhamdulillah sudah ngabarin ke saya sudah siap untuk pergi ke Jakarta ya, untuk persiapan hari esok pemeriksaan hari Selasa,"ucap Ikbar.
Menurut Ikbar, Dinan kini mengungsi ke kediaman orangtuanya untuk sementara.
"Ada, sekarang mbak Dinan tinggal di kediaman ibunya kembali,"tuturnya.
Untuk diketahui, Bareskrim Polri telah menyita aset tersangka investasi bodong platform Quotex Doni Salmanan sebesar Rp60 miliar.
Kabag Penum Polrio Kombes Gatot Repli Handoko pun mengungkapkan kalau penyitaan in sudah berlangsung selama 3 hari.
Penyidik sudah sambangi Bandung untuk sita harta milik Doni Salmanan mulai dari rumah mewah, kendaraan mewah, hingga pakaian mewah.
"Setelah ditotal sementara adalah Rp 60 miliar.
"Ini yang sudah disita,"kata Gatot di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/3/2022).
Gatot pun berujar kalau tidak menutup kemungkinan penyidik akan menyita harta lainnya milik Doni Salmanan.
Hingga saat ini, polisi masih berkoodinasi dengan PPATK untuk mentracing uang Doni Salmanan yang diduga didapat dari investasi bodong berkedok trading forex ini.
"Akan berkembang terus, karena penyidik akan tracing aset,
"terus koordinasi dengan beberapa stakeholder termasuk PPATK,"ujar Gatot.