Find Us On Social Media :

Maia Estianty Beri Pendapat Perihal Kisruh Rebutan Hak Asuh Anak, Tsania Marwa: Nggak Ada Pasal Membela Ibu-ibu yang Terzolimi Sih

By Rissa Indrasty, Sabtu, 8 Mei 2021 | 07:11 WIB

Tsania Marwa dan Maia Estianty

Laporan Wartawan Grid.ID, Rissa Indrasty

Grid.ID - Tsania Marwa curhat kepada Maia Estianty perihal dirinya yang baru saja melakukan eksekusi hak asuh anak ke kediaman Atalarik Syah.

Seperti yang diketahui, Tsania Marwa mendapatkan hak asuh kedua anaknya.

Namun, Tsania Marwa gagal mengajak anaknya kembali padanya karena anaknya mengunci diri di kamar dan ketakutan mengira akan diculik ibunya sendiri.

Menanggapi hal ini, Maia Estianty pun mengungkapkan bahwa tak seharusnya polemik saling rebut anak terjadi pada pasangan yang telah bercerai.

Baca Juga: Pernah Alami Konflik Rebutan Hak Asuh Anak Seperti Tsania Marwa dan Atalarik Syah, Maia Estianty: Anak Itu Bukan Barang

Namun, mau tak mau kejadian rebutan anak terjadi karena salah satu pihak yang kalah dalam hukum tak rela menyerahkan sang buah hati.

"Itu dia, bahwa kadang-kadang jangan rebutan, kan nasihat dari senior lembaga-lembaga ini bilang anak bukan barang, anak jangan jadi rebutan, ya tapi gimana, pihak sana nggak mau ngasih anaknya, mau nggak mau jadi rebutan," ungkap Maia Estianty saat dikutip Grid.ID di YouTube, Jumat (7/5/2021).

Di samping itu, Maia Estianty juga turut menyinggung perihal kondisi mental sang anak.

"Kita harus jaga psikologi anak, dengan dia tidak memberikan anaknya dia sama aja dia tidak menjaga psikologis anaknya, bahwa anak ini harus adil, ketemu bapak dan ibunya."

"Kan enak bisa ketemu anak dan ibunya, nggak perlu ketakutan sana sini, otomatis psikologis anak sehat. Meski dengan perceraian psikologis anak terganggu ditambah lagi dengan drama-drama anak nggak diseharin kan dampaknya panjang, tapi kalau nggak dieksekusi gimana," ungkap Maia Estianty.

Baca Juga: Tsania Marwa Tak Gentar Akan Kembali Lakukan Eksekusi Has Asuh Anak dari Atalarik Syah Meski Alami Trauma: Aku Harap Pengadilan Berpikir