Suar.ID - Nama Zaskia Mecca sempat menjadi trending topik di Twitter beberapa waktu lalu terkait postingannya tentang bangunkan sahur dengan toa masjid.
Postingannya sempat menjadi pro kontra, ada yang menganggap Zaskia Mecca lebay, namun ada yang berpendapat dia sudah benar.
AKun Instagramnya pun digeruduk netizen.Ada netizen yang menilai cara tersebut merupakan hal biasa dan sudah menjadi tradisi yang dilakukan di bulan Ramadan.Ada juga netizen lain yang membela Zaskia Mecca dan menganggap membangunkan sahur dengan berteriak lewat toa masjid kurang sopan.
Salah satu aktivis Permadi Arya bahkan ikut menyoroti hal tersebut.
Dalam postingannya, dia mengunggah ulah postingan Zaskia Mecca dan menulis caption:
"FYI gaes.. akun ig @zaskiadyamecca sedang diserbu & dibully oleh pasukan kadrun gara2 zaskia protes ke orang2 yang berisik bangunin sahur pake TOA masjid.Menurut pendapat kalian gimana? Zaskia sudah benar, tidak etis berisikin orang subuh2? ATAU zaskia lebay, tak perlu lah protes sama tradisi yang udah lama ada? monggo," tulis Permadi dalam akun Instagram @permadiaktivis2.
Beberapa netizen ikut berkomentar menanggapi postingan Permadi Arya.
"I’m on her side, apa yang disuarakan Zaskia itu suara kami juga. Sesama Muslim yang tidak mau terganggu dan menggangu mereka yang menganut agama lain." tulis @seroja_hafiedz."Zaskia benar. Orang Indonesia harus diajarkan untuk menghormati hak orang lain. Saya muslim dan agama saya mengajarkan untuk saling toleransi. Di negara2 mayoritas muslim seperti di Turki. Toa masjid hanya digunakan utk mengumandangkan azan," tulis @alvianibasalan."Zaskia sudah mewakili banyak orang yang ingin bicara tapi tidak berani karena takut ditangkap," tulis akun @okto_mapada_alor.Menanggapi hal ini, DR Syamsul Bakri, Wakil Rektor IAIN Surakarta sekaligus Dosen Tasawuf IAIN Surakarta menyebut orang-orang yang mengkritik Zaskia Mecca adalah berlebihan.Sebab, menurutnya, niat baik untuk membangunkan sahur seharusnya dilakukan dengan cara yang baik juga.
Masyarakat harus bisa membedakan, mana hal-hal yang baik dan rasional untuk dilakukan dan mana yang tidak."Tidak bisa beragama itu dengan nafsu, masyarakat harus bisa membedakan mana inti dari ajaran agama dan mana yang sifatnya aksidental atau sebenarnya bukan sebuah keharusan.""Sehingga bisa dibedakan antara sahur, membangunkan sahur dan membangunkan sahur menggunakan toa masjid," ujar Syamsul."Masyarakat perlu bijak memahami hal-hal prinsip dalam agama dan hal-hal yang sebenarnya bukan prinsip, tetapi menjadi tradisi keagamaan di masyarakat, itu dua hal yang sifatnya berbeda," ujar Syamsul.Untuk itu, ia pun mengusulkan agar kedepannya pemerintah melalui Kementerian Agama, bisa membuat regulasi mengenai penggunaan toa masjid untuk fungsi dan kewajibannya.