Find Us On Social Media :
Tangkapan uang 100.000 (HAI Online)

Viral Netizen Bawa Uang Pecahan Rp 100.000 Bersambung, Sah Nggak Sih?

Fitri Eka Sari Selasa, 16 Februari 2021 | 10:53 WIB

BangkaSonoraID

Beberapa hari lalu, seorang netizen yang membagikan video dirinya memperlihatkan uang kertas pecahan Rp 100.000 viral di media sosial. 

Video tersebut diunggah oleh akun bernama @japrifajri di TikTok, Sabtu (13/2/2021).

Dalam video tersebut, dirinya menunjukkan selembar uang kertas berukuran besar yang memuat empat uang pecahan Rp 100.000 yang belum dipotong atau biasa disebut uang bersambung. Terlebih dalam amplop yang membungkus uang tersebut, tertulis pula 'Uang Bersambung 4x'.

 Netizen pun kemudian banyak bertanya, apa sih sebenernya uang bersambung atau uncut notes tersebut? Dan apakah uang jenis tersebut bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah?

Menjawab hal ini, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan, uang tersebut memang dikeluarkan oleh pihak BI. 

Adapun uang kertas bersambung yang tampak pada video milik @japrifajri itu merupakan uncut notes Rp 100.000 Tahun Edaran 2016 yang berisi empat lembar per bilyet.

"Uncut notes Rp100.000 TE 2016 isi 4 lembar tersebut dikeluarkan Bank Indonesia pada tanggal 19 Desember 2016 bersamaan dengan pengeluaran 11 pecahan uang rupiah kertas dan logam TE 2016," ujar Erwin kepada Kompas.com, Sabtu (13/2/2021).

Ketentuan mengenai pengeluaran uncut notes Rp100.000 TE 2016 ini sendiri tercantum dalam PBI No. 18/34/PBI/2016. 

Selain uncut notes Rp100.000 TE 2016, Bank Indonesia juga mengeluarkan uncut notes untuk pecahan lainnya (Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, Rp 1.000). Uncut notes untuk setiap pecahan terdiri dari dua jenis yaitu isi dua lembar dan isi empat lembar.

Meski demikian, peredarannya uang tersebut hanya dicetak dalam jumlah terbatas. 

"Uncut notes dicetak dan dikeluarkan secara terbatas oleh Bank Indonesia," kata Erwin. 

"Sebagai contoh uncut notes Rp 100.000 TE 2016 hanya dicetak sebanyak masing-masing 5.000 set untuk isi 2 lembar dan 4 lembar," pungkasnya. (*)