Find Us On Social Media :

KNKT Menduga Mesin Pesawat Masih Hidup sebelum Membentur Air Berdasarkan Hasil Temuan Bagian Pesawat Ini

Adrie Saputra
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:00 WIB

Turbin Mesin Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Suar.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang melakukan investigasi terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu.

Berdasarkan data tersebut, tercatat pesawat mengudara pada pukul 14.36 WIB, terbang menuju arah Barat Laut.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) tengah melakukan investigasi terkait kecelakaan yang meninpa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu, setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Supadio Pontianak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KNKT: Kami Duga Mesin Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Masih Hidup Sebelum Membentur Air", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/01/12/141105426/knkt-kami-duga-mesin-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-masih-hidup-sebelum.
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Yoga Sukmana

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) tengah melakukan investigasi terkait kecelakaan yang meninpa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu, setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Supadio Pontianak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KNKT: Kami Duga Mesin Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Masih Hidup Sebelum Membentur Air", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/01/12/141105426/knkt-kami-duga-mesin-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-masih-hidup-sebelum.
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Yoga Sukmana

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) tengah melakukan investigasi terkait kecelakaan yang meninpa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu, setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Supadio Pontianak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KNKT: Kami Duga Mesin Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Masih Hidup Sebelum Membentur Air", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/01/12/141105426/knkt-kami-duga-mesin-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-masih-hidup-sebelum.
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Yoga Sukmana

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Mengutip dari Kompas.tv, KNKT menduga kondisi mesin pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih bekerja sebelum alami benturan.

Baca Juga: Kiwil Kini Akhirnya Malah Akui Kalau Hidupnya Hancur Berantakan Usai Rumah Tangganya dengan Rohimah di Ujung Tanduk, Padahal Sebelumnya Eva Belisima Sempat Pamer Foto Mesra Bareng Sang Komedian: Hancur, Hancur Hidup Gue...

Ketua KNKT Sorjanto Tjahjono mengatakan bahwa turbine disc dengan fan blade yang mengalami kerusakan menunjukkan adanya kemungkinan mesin pesawat masih hidup saat jatuh.

"Kerusakan pada fan blade menunjukkan bahwa kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan."

"Hal ini sejalan dengan dugaan sistem pesawat masih berfungsi sampai dengan pesawat pada ketinggian 250 kaki," jelas Soerjanto.

Baca Juga: Berikan Penjelasan ke Publik: Ternyata Ini Alasan Penumpang Nam Air Mendadak Dialihkan ke Sriwjijaya Air SJ 182

Selain itu, KNKT mengungkap kemungkinan besar pesawat Sriwijaya Air SJ182 tidak meledak di udara.

Dari sebaran serpihan yang ditemukan oleh KNKT dari KRI Rigel dengan lebar 100 meter dan panjang 300-400 meter, diduga pesawat tak meledak sebelum membentur air.

"Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air," ujar Soerjanto Tjahjono yang disampaikan secara tertulis dalam siaran pers (11/1/2021).

Menurut KNKT, terekamnya data pesawat sampai turun di ketinggian 250 kaki mengindikasikan sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data.

"Terekamnya data sampai dengan 250 kaki, mengindikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data."

"Dari data ini kami menduga bahwa mesin masih dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Baca Juga: Ahok Dituding Sibuk dengan Istri Muda hingga tak Ada Waktu Mengantar Putrinya ke Bandara untuk Lanjutkan Studi ke Amerika, Nicholas Sean Pasang Badan: Tak Perlu Asumsi

 

(Kompas.tv)