Suar.ID - Pada suatu hari, seorang guru menceritakan tentang sebuahkisah kepada murid-muridnya.
Cerita dimulai dari sepasang suami istri yangmenikmati liburan berdua di kapal pesiar dan meninggalkan anaknya yang masih kecil kepada pengasuh mereka.
Sayangnya, kapal pesiar itu tenggelam karena kondisi cuaca yang buruk.
Pasangan itu akhirnyaberlari ke area sekoci, tetapi hanya ada satu ruang untuk satu orang yang tersisa.
Pria itu melompat ke sekoci, meninggalkan istrinya di kapal pesiar yang tenggelam.
Sang istri berdiri di atas kapal yang tenggelam dan berteriak kepada suaminya, mengatakan...
Guru menghentikan cerita di atas dan bertanya kepada murid-muridnya di kelas, "Mari kita tebak. Menurut kalian, apayag dia katakan kepada suaminya?"
Sebagian besar siswa menjawab, "Aku benci kamu! Aku dibutakan oleh cinta!"
Guru memerhatikan bahwa ada seorang siswa yang duduk diam dan bertanya kepadanya.
Siswa itu menjawab, "Guru, aku percaya dia akan berteriak 'jaga anak-anak kita!'"
Guru itu terkejut dan bertanya, "Pernahkah kamu mendengar cerita ini sebelumnya?"
Siswa itu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, tapi sebelum ibuku meninggal karena penyakit, dia memberi tahu ayahku kata-kata itu."
Guru itu kagum dan memujinya, "Jawaban kamu sangat bagus!"
Kapal pesiar itu tenggelam dan pria itu pulang ke rumah.
Pria itu membesarkan anak mereka sendirian.
Bertahun-tahun kemudian pria itu meninggal.
Putri mereka yang sudah tumbuh dewasa selama ini berpikir bahwa ayahnya telah membunuh ibunya dengan cara menyelamatkan dirinya sendiri.
Namun suatu hari, dia menemukan buku harian ayahnya saat sedang merapikan barang-barangnya.
Dia pun menemukan kebenaran yang membuatnya tak kuasa menahan tangis.
Ternyata ketika orangtuanya pergi berlibur dengan kapal pesiar, sang ibu sudah didiagnosis menderita penyakit parah yang tak tersembuhkan dan hidupnya diperkirakan tidak lama lagi.
Ibu itu memiliki permohonan terakhir untuk berlibur di kapal pesiar dengan suaminya dan menikmati lautan yang luas sebelum kematiannya.
Selama momen penting di kapal yang tenggelam, ayahnya bergegas ke satu-satunya ruang yang tersisa di sekoci.
Dia menulis dalam buku hariannya, "Aku ingin tenggelam bersamamu di kapal pesiar."
"Tapi untuk anak kita, aku hanya bisa membiarkanmu tenggelam sendirian di dasar lautan yang sangat dingin."
Anak perempuan itu menangis sejadi-jadinya saat membaca buku harian itu.
Guru menyelesaikan cerita dan seluruh kelas terdiam.
Guru itu tahu bahwa murid-muridnya telah memahami moral cerita yang ingin ia sampaikan kepada mereka.
Di dunia ini ada yang baik dan yang jahat.
Terkadang situasinya bisa sangat rumit dan tidak bisa dibedakan antara baik dan jahat.
Jadi, kesimpulan tidak bisa dilihat dari "permukaan" sebuah cerita begitu saja.
Kita tidak boleh membuat keputusan atau asumsi tergesa-gesa tanpa upaya investigasi atau menggunakan pemikiran kritis kita.
Kita tidak harus menghakimi orang lain tanpa memahami mereka terlebih dahulu.
Kita seharusnya tidak menilai buku dari sampulnya saja. (Adrie P. Saputra/Suar.ID)