Seakan tidak ada Pekerjaan Lain yang Lebih Baik, Pemuda Lulusan Kelas 2 SD Ini Memiih Menjadi Pembobol Rekening: Kerjaannya Santai

Selasa, 11 Februari 2020 | 10:00
Tangkap layar Youtube Talkshow TV One

Suar.ID -Sosok Desar, otak pembobol rekening yang berusia 20 tahun menuturkan pengakuannya.

Pengakuan Desar itu terungkap setelah dirinya tertangkap polisi karena kasus pembobolan rekening wartawan senior Ilham Bintang.

Kepada awak media, Desar mengaku dirinya hanya lulusan kelas 2 SD.

Meski demikian, ia berperan aktif di kasus pembobolan rekening.

Baca Juga: Tak Rela Ditinggal Mati Sang Istri, Seorang Pria Nekat Bobol Kuburan hingga Awetkan Jenazah Istrinya, Tidurinya Setiap Malam Selama 17 Tahun

Dalam tayangandari kanal YouTube Talkshow Tv One pada Selasa (11/2), Desar menceritakan pengalamaannya menjadi pembobol rekening.

Mulanya, Desar menjelaskan perannya yakni mentrasfer uang dari rekening korban.

"Saya berusia 20 tahun dan belajar dari teman berinisial N," tegas Desar.

Lebih lanjut, Desar memaparkan, sosok N sudah pernah tertangkap polisi sekali.

Baca Juga: Dilanda Hawa Nafsu, Pria Ini Nekat Bobol Jendela Tetangga Minta Dilayani, Namun Aksinya Gagal Gara-gara Kalimat Ini

Desar bahkan mengaku, ia tak memiliki pendidikan tinggi untuk membobol rekening.

"Saya hanya lulusan kelas 2 SD. Saya cuma belajar satu bulanan," imbuh Desar.

Desar menyatakan, ia terpaksa membobol rekening karena keadaan ekonomi.

Mendengar hal tersebut, pembawa acara Balques Manisang mempertanyakan keuntungan yang didapatkan Desar dan kelompoknya.

Tribun Jakarta
Tribun Jakarta

Baca Juga: Masih Kecil Tapi Sudah Jadi Kriminal! Siswi SMP Ini Bobol ATM Milik Kerabat yang Telah Menyekolahkannya, Uang Puluhan Jutanya Ia Gunakan Untuk Ini

"Sejak Maret 2018 - Januari 2020, kamu dapat keuntungan Rp 1 Miliar?" tanya Balques Manisang.

"Iya," aku Desar.

"Kesulitan ekonomi?" tegas Balques Manisang.

"Awalnya," imbuh Desar.

Baca Juga: Dengan PD-nya Maling Ini Bobol Rumah Kosong Tanpa Sehelai Benang pun, Terlalu Percaya dengan Perkataan Guru Spiritualnya

Desar memaparkan, pembobolan rekening itu bisa dilakukan karena dirinya mengenal oknum perbankan berinsial H.

Ia mengaku, mendapatkan kontak oknum perbankan itu di Facebook dan kemudian ia menghubunginya.

"Bayarnya 1 nama Rp 100 ribu. Mudah melakukan (red: pembobolan rekening) dan kerjanya nyantai saja, sambil main hp di kamar," tegas Desar.

Desar menegaskan, pembobolan yang mudah dilakukan itu yakni berupa kartu kredit.

Tangkap layar Youtube Talkshow TV One
Tangkap layar Youtube Talkshow TV One

Baca Juga: Bobol Dana Rp 124 Miliar Milik Seorang Pengusaha, Pelaku Kerap Hadiahkan Mobil untuk Temannya yang Berulang Tahun

Bahkan Desar menuturkan, ia sejak awal bekerja sama dengan oknum perbankan (H) untuk membeli data nasabah demi melakukan aksinya tersebut.

"Sejak awal sama H saja karena dia simple dan enak," tegas Desar.

(Tribun Jakarta)

Editor : Ervananto Ekadilla

Sumber : YouTube, Tribun Jakarta

Baca Lainnya