Mengerikan, Rudal Baru Korea Utara Disebut Bisa Menghantam Jepang Tanpa Bisa Dihadang

Minggu, 28 Juli 2019 | 09:39
ABC News

Korea Utara uji coba rudal balistik yang disebut bisa hantam Jepang tanpa bisa dicegat.

Suar.ID -Jepang sedang ketar-ketir.

Bagaimana tidak, rudal baru Korea Utara yang disebut punya lintasan tidak teratur bisa mengancam Negeri Sakura itu.

Karena lintasannya yang tak terprediksi itu, menurut Kementerian Pertahanan Jepang seperti dilaporkan Sputnik pada Sabtu (27/7), rudal itu sulit dicegat.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap, Ternyata Selama Ini Nunung Nafkahi 50 Orang, Bahkan Sudah Ada yang Mau Kuliah

Selain itu, masih menurut laporan yang sama, rudal baru ini disebut bisa terbang pada ketinggian yang lebih rendah dibanding rudal balistik konvensional lainnya.

Dan itu juga menyulitkan bagi Jepang.

Dengan itu, para pejabat pertahanan mengakui bahwa jenis proyektil ini dapat mencapai Jepang dengan mudah.

Menurut laporan, Jepang bertekad melakukan tindakan penanggulangan yang tepat.

Salah satunya dengan menguatkan kerja sama dengan Jepang.

Baca Juga: Ngeri! Pernah Diselingkuhi Suami Saat Masih Menikah, Wanita Ini Potong Organ Intim Sang Suami dan Membuangnya ke Toilet!

Pada Kamis, Korea Utara menembakkan dua proyektil dari daerah yang dekat dengan kota pesisir Wonsan.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan kemudian mengatakan, peluncuran itu adalah dua rudal jarak pendek yang terbang sekitar 267 mil pada ketinggian 31 mil.

Dua rudal itu jatuh di Laut Jepang.

Pada Jumat, media yang dikelola pemerintah Korea Utara melaporkan, peluncuran itu merupakan uji coba senjata pemandu taktis baru.

Kim Jong-un langsung terlibat dalam pengamatan uji coba rudal balistik tersebut.

Laporan itu muncul kurang dari sebulan setelah Kim dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Zona Demiliterisasi Korea.

Baca Juga: Penggemar Kaget, Ria Ricis Unggah Video Berjudul 'Saya Pamit': Ini Nggak Drama Ya! Tiap Orang Punya Titik Terendah

Saat itu, keduanya setuju untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi.

Editor : Moh. Habib Asyhad